Hot!

deru



Tangan buntung


Berjutajuta tanganbuntung
Bergerak menjalar
Menuju barat arahnya
Sambil berseru

“Tuhan, Tuhan beri kami makna”

Mirip serdadu yang melakukan long march

Tetanganbuntungtakbertuan itu

Letih satupersatu menyerah satupersatu

“ooh Perjalanan menuju Tuhan begitu panjang,

Berapa pal lagikah jaraknya?”

Namun hingga titikakhirtenaga
Tuhan masih juga takmemaknai mereka

Lalu dari kejauhan mantan pemilik tetangan

Tampak berunjuk rasa dan protes kepada Tuhan

-nah rasakan sendiri

maknai saja semauMu

karena seakan Kau

tak percaya pada kami

Kau buat mereka susah diatur

Keras kepala semaunya saja-

Tetanganbuntung tak peduli

Mereka kembali neruskan perjalanan

Ke barat, menuju kediaman Tuhan

Sambil berseru “Tuhan, Tuhan beri kami makna”



Puisi Musa Manurung dibacakan pada program Ekspresi edisi ahad 15 Maret 2009, pukul 11.00 wita. Ekspresi adalah program sastra di RCA yang dalam perkembangannya lebih banyak didominasi puisi dan prosa yang lebih 'berat'.


1 apresiator:

  1. musa seorang sahabat dari kota barru tapi dia serasa manusia bulukumba yang kukenali bertahun-tahun di estetika kampung humanisme di sini, di studio rca.

    BalasHapus