Hot!

Puisi Laci


Orgasme (mengenang reformasi)

reformasi adalah orgasme dari persetubuhan poligamis bangsa dengan kebenaran, kejujuran, keadilan

tapi tak ada cinta
tak ada nafsu birahi

semenjak akad nikah mei yang lalu
sang istri
--kebenaran, kejujuran, keadilan itu--
tak pernah merasakan dekapan mesra sepenuh jiwa
kesepian dalam lembaran-lembaran teks pidato
yang diucapkan dengan berapi-api
penuh janji-janji

sang suami lebih senang serong
berselingkuh dengan pelacur-pelacur jalanan
rumah tangga jadi berantakan
sarat perselisihan dan sengketa

sekawanan gagak mengendus bau darah pembantaian
siap berpesta dengan menu bangkai
anak bangsa yang sia-sia

reformasi adalah orgasme yang nikmat
namun tak mungkin tercapai
tanpa persetubuhan dengan nurani


Puisi di atas adalah karya Muhammad Amri. Dia salah seorang penyair yang berani mengakui bahwa puisinya mungkin hanya layak disimpan dalam laci. Dia bahkan menyebutnya memang sebagai puisi laci. Sebelum itu ditolak oleh media cetak dan lalu memlih dikuburkan di sebuah blog. Puisi di atas adalah salah satu puisi yang akan dibacakan dalam Ekspresi, program sastra dan budaya di RCA 102, 5 FM pada edisi Minggu, 24 Mei 2009.


Puisi laci bisa dibayangkan sebagai sebuah benda berharga sebab dia diletakkan di tempat yang aman. Tapi tidak semua orang belum tentu dapat melihat atau menikmati. Di suatu waktu, di sebuah tempat, mungkin tiba-tiba saja muncul. Ada yang muncul dengan sederhana. Namun, biasanya menghardik. Puisi laci, siapa tahu ada yang terlupa di dalam rumah atau kamar kita selama ini? Hari ini, hari di mana Soeharto meletakkan jabatan pada 21 Mei 1998 lampau. Seperti puisi laci, pasti masih terlalu banyak yang tersimpan diam-diam. Tidak ketahuan oleh orang banyak di tengah bangsa ini. Sejarah bergerak. Diam, adalah juga bagian sejarah.



0 apresiator:

Posting Komentar