Hot!

Sastra Dunia, Defenisi Linglung!

Istilah "Sastra Dunia" atau "Weltliteratur" pertama kali dipopulerkan oleh Wieland, seorang sastrawan Jerman. Kata "welt" dikaitkan dengan konteks budaya dunia yang mengarah pada sastra yang mungkin saja bisa dikenal dunia. Mungkin sangat penting bagi para ahli untuk kembali mendefenisikan istilah "Sastra Dunia". Masalahnya sastra dunia kini tidak sesempit pada susastra atau karya klasik. Ribuan karya sastra pada hari ini bukan lagi sekedar aliran tapi telah melewati sekat-sekat geografis bahkan garis demarkasi.


Seorang penyair lainnya, Goethe pernah mempopulerkan "Sastra Multikultur." Goethe mengidamkan sebuah proses interaksi peleburan antara Barat dengan Timur. Mungkinkan Goethe mengharapkan Barat menengok ke Timur untuk menggali udara sejuk? Kegersangan spiritual di Barat mungkin terangsang untuk menjelajahi pencerahan pada kedalaman spiritual Timur.


Sastra Dunia, kini defenisinya menjadi linglung. Seorang teman bahkan pernah mengajak bertaruh dengan siapa saja sdasrawan Indonesia yang dikenali dunia. Kebetuan dia memiliki sebuah blog sastra yang mempunyai traffic tinggi. Sebenarnya hanya bersisi esai dan puisi-puisi iseng, menurut pengakuannya. Tapi blognya dikunjungi oleh puluhan bahkan mungkin ratusan pembaca dari luar negeri dalam sebulan. Jujur, blognya lebih banyak dikenal di luar negeri daripada karya Pramoedy Ananta Toer!
Padahal Pramudya Ananta Toer adalah sastrawan yang dikagumi dunia. Karyanya sudah banyak diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa asing.

Benarkah syarat dari sastra dunia adalah sastra yang harus diapresiasi dunia, telah pernah memperoleh nobel sastra, atau selalu dibicarakan dalam berbagai bedah buku di barat dan di timur?






0 apresiator:

Posting Komentar