Hot!

Sastra Kepulauan di Barru


Pada tanggal 15 sampai 17 Mei di Pancana kabupaten Barru digelar Sastra Kepulauan. Pancana menjadi tempat pagelaran karena ditempat ini telah lahir seorang sastrawan besar yang bernama We Colliq Pujie Arung Pancana Toa. Anda juga mungkin masih ingat di tempat yang sama beberapa tahun lalu telah diadakan sebuah event budaya bertaraf internasional yaitu Festival dan Seminar Internasional La Galigo.

Penulis dengar dari televisi, Ram Prapanca ketua panitia mengatakan bahwa kegiatan yang akan dilakukan antara lain orasi kebudayaan, dialog sastra, kemah sastra, bursa buku, pasar rakyat, dan bakti sosial. Para peserta terdiri dari sastrawan, budayawan, dan seniman, baik berasal dari Sulsel, maupun dari luar Sulsel, masyarakat, pelaku adat, wartawan, guru, dosen dan mahasiswa serta pelajar. Tema sastra kepulauan dan kampung budaya tahun ini adalah sastra kepulauan sebagai strategi hegemoni mainstream.

Tidak ada yang lain akan selalu ada ruang dialog terbuka dengan basis penciptaan berdasarkan karakteristik lingkungan. Sastra Kepulaiuan adalah juga ruang penawaran estetika dengan basis penciptaan berbeda dan signifikan. Dan mungkin bisa juga membuat tatanan baru ruang pembacaan sejarah, sosial dan budaya, lingkungan maupun bahasa secara eksploratif. Melalui sastra kepulauan tentunya diharapkan dapat memperlebar ruang estetika sastra ke media seni pertunjukan.

Musa Manurung, sahabat saya yang kebetulan orang asli Barru mengundang saya secara pribadi. Semoga saya dapat memenuhi undangannya. Jika seandainya saya tidak jadi datang karena satu dan lain hal, maka saya hanya menitip doa dan pengharapan agar Sastra Kepulauan bukan hanya seremoni tapi tradisi seni pertunjukan yang benar-benar telah mengkristal bagi seni dan budaya di urat nadi bangsa ini. Sukses, sobat.


0 apresiator:

Posting Komentar