Hot!

Harry Potter adalah Jiplakan?


Dunia sedikit terhenyak dengan isu plagiarisme yang dilakukan penulis terkenal, JK Rowling. Ia harus menghadapi tuntutan plagiarisme dari seorang penulis tak terkenal asal Inggris. Konon, Harry Poter And The Goblet of Fire, yang ditulis JK Rowling adalah jiplakan dari karya Adrian Jacobs yang berjudul THE ADVENTURES OF WILLY THE WIZARD. Entah benar atau tidak. Tapi Adrian Jacobs sendiri tidak bisa membeberkan kesaksian dan bukti-bukti orisinil sebab ia meninggal di tahun 1997 sebelum sempat membaca novel karya JK Rowling yang digilai masyarakat dunia itu.

Kini anak dan cucu dari Jacobs mengajukan gugatan senilai 500 juta Poundsterling karena menganggap novel JK Rowling tersebut adalah jiplakan dari THE ADVENTURES OF WILLY THE WIZARD NO 1: LIVID LAND. Buku cerita setebal 36 halaman ini berkisah tentang seorang anak yang baru menyadari bahwa ia memiliki kekuatan sihir. Pihak Adrian Jacobs mengajukan sejumlah bukti-bukti tentang kesamaan di antara di cerita ini.

Selain itu mereka juga menggugat Bloomsbury Publishing karena menganggap penerbit ini ada sangkut pautnya dengan kasus plagiarisme ini. Kabarnya Adrian Jacobs sempat mengajukan naskah novelnya ke Bloomsbury Publishing namun ditolak. ContactMusic menyebutkan bahwa Bloomsbury Publishing menganggap tuduhan ini mengada-ada karena kemiripan yang disebutkan oleh pihak Jacobs tidak berhubungan dengan inti cerita JK Rowling. "Tuduhan ini sama sekali tak beralasan," papar pihak Bloomsbury Publishing dalam sebuah pernyataan tertulis.

Para pelaku plagiarisme
memang setiap saat mengintai di mana-mana. Bila anda seorang penulis, pencipta lagu, pemusik dan sebagainya kini harus lebih berhati-hati. Sesungguhnya perbedaan antara kreativitas dan plagiarisme cukup tipis. Plagiarisme adalah penjiplakan tanpa kompromi, bersifat total dan klaim karya orang lain sebagai karya sendiri. Sebuah kutipan, nukilan, referensi atau ide adalah sama sekali bukan plagiarisme selama sumbernya dicantumkan. Penjelajahan ide yang dipicu ide orang lain juga belum tentu tergolong plagiarisme jika ide itu memiliki karakteristik tersendiri yang dapat dipertanggungjawabkan. Kasus-kasus adanya karya yang mungkin kebetulan sama, mirip ataupun nyaris mirip terpulang pada bagaimana cara para pemilik karya itu sendiri menjaga orisinalitas karyanya masing-masing.


4 apresiator: