Hot!

Musik dan Lagu Iwan Fals Menjadi Roh Program Sastra di Radio?


Ketika membaca judul tulisan ini music director kami di studio manggut-manggut saja pertanda setuju. Musik dan lagu-lagu Iwan Fals adalah roh program sastra di radio? Kemungkinan besar adalah benar. Bahkan mulai edisi minggu depan di program sastra Ekspresi RCA, lagu lawas era 90-an milik Iwan Fals featuring Sawung Jabo "Lingkaran Aku Cinta Padamu" resmi menjadi lagu epilog atau penutup setiap edisi siar. Peristiwa seperti ini cukup objektif. Penulis teringat di masa kanak-kanak setiap mendengarkan acara Gelanggang Sastra di RRI, untuk melengkapi imajinasi pendengar setelah pembacaan puisi maka lagu-lagu yang kerap diputar adalah lagu-lagu berlirik puitis milik Iwan Fals, KLA Project, Ebiet G. Ade, Franky Sahilatua, Chrisye, Leo Kristy, God Bless dan lainnya. Untuk jaman sekarang lagu-lagu puitis legendaris itupun masih tak lekang oleh waktu. Kenyataan yang ada, masih sangat sedikit musisi dan penyanyi yang berhasil menjadikan karyanya dilirik oleh para programmer acara sastra.

Faktor yang tak kalah penting adalah eksistensi,
dedikasi dan kelas para musisi dan penyanyinya dapat menjadi jaminan kondusif bagi acara khusus di radio seperti program sastra. Penyanyi dan musisi legendaris berkarakter khas seperti Iwan Fals yang telah digandrungi oleh dua generasi mampu menjadi starter tersendiri selain lirik lagu-lagunyanya harus diakui memang kebanyakan puitis. Kepungan lagu-lagu hits terbaru sepertinya tidak menjadi problem. Pendengar program sastra dari usia remaja sebaliknya mampu melebur bersama meski materi lagu selaku bagian ornamen program didominasi oleh lagu-lagu lawas legendaris itu. Strategi yang kerap ditempuh sebagai kombinasi adalah memutarkan materi lagu yang akrab dengan telinga kaum remaja sekarang. Pemilihan materi yang selektif seperti lagu-lagu milik Letto, Dewa 19, Peterpan dan lain-lainnya yang dianggap bisa mewakili koleksi lagu puitis. Walaupun jumlahnya masih sedikit jika ingin melacak lagu-lagu terbaru yang berlirik puitis.

Sebenarnya dalam pemrograman acara sastra di radio sama sekali tidak ada kewajiban untuk memaksakan materi lagu berlirik puitis sebagai bagian penting apalagi playlist khusus. Sebagai contoh dalam program Ekspresi di RCA bahkan ada sesi bagi pendengar untuk membacakan puisi, esai atau cerpennya sendiri melalui telepon dan boleh merequezt sendiri sebuah lagu yang diputar usai membacakan karyanya. Program sastra bukanlah acara musik tapi musik melengkapinya secara elegan. Hal yang sama terjadi pada beberapa format program informasi di berbagai radio di mana pembacaan berita dikemas dengan selingan musik tertentu. Lagu-lagu puitis tidak selamanya juga mampu menjadi roh sebuah acara sastra. Tergantung dari format program sastra stasiun radio bersangkutan ataupun cita rasa subjektif programmer, produser acara, penyiar ataupun music director. Style setiap program sastra pasti berbeda di semua radio yang kebetulan menyajikan acara sastra.

Lalu kenapa harus Iwan Fals? Khusus di program Ekspresi, kebanyakan para partisipan dari kalangan pendengar, para bintang tamu maupun saran-saran yang masuk memang mengarahkan ke kiblat materi lagu-lagu sang maestro yang pernah menjadi sampul majalah Time itu. Salah satu pengaruh terbesar yang bisa diraba yaitu karena kebanyakan lagu Iwan Fals berlirik puitis apapun temanya. Kedekatan cita rasa inilah yang mungkin menjadi pengaruh utama.

7 apresiator:

  1. setubuh..eh setuju..

    lirik and musik bang iwan, sunggu membuat imajinasiku menggila..

    BalasHapus
  2. Bener banget, Kang Iwan emang TOP.
    Kami sekeluarga pecinta Iwan Fals, dari Eyang Kung Nisha, Bunda, Oomnya Nisha semua suka Iwan. Sekarang Ayah Nisha juga ketularan.

    BalasHapus
  3. Bener banget, Kang Iwan emang TOP.
    Kami sekeluarga pecinta Iwan Fals, dari Eyang Kung Nisha, Bunda, Oomnya Nisha semua suka Iwan. Sekarang Ayah Nisha juga ketularan.

    BalasHapus
  4. Sigit, imajinasi fals ya kalo gitu. He he, tetaplah berimajinasi kawan.
    Bunda Nisha, thanks. Oh ya, rupanya keluarga fals juga nih. Iwan Fals, satu-satunya milik Indonesia yg masih "terberani"

    BalasHapus
  5. A ...Lagu Na PuiTis BnGeT dalam DaLEm.....Terkadang Bikin MerinDing....

    BalasHapus
  6. Lagu2 Dalem banget.....PUiTis n nyentuh

    BalasHapus
  7. saLam damai kami sepanjang hari,,,

    BalasHapus