Hot!

Mark Twain Si Penulis Humoris dari Missouri


Ketika saya masih berusia 8 tahun ayah menghadiahkan dua buah novel berjudul The Adventures of Tom Sawyer dan The Adventures of Huckleberry Finn. Ayah menjelaskan bahwa kedua novel itu sangat cocok dibaca anak-anak. Kedua buku itu masing-masing menceritakan anak-anak berusia belasan tahun yang sedang tumbuh. Pengalaman-pengalaman mereka yang mengasyikkan itu menggambarkan kehidupan di tengah abad ke-19 di Amerika. Isinya mengisahkan tentang konfrontasi antara orang muda dan orang dewasa. Dua novel itulah karya terkenal dari Mark Twain. Seperti kebanyakan karya Twain, kedua buku ini sarat dengan humor. Sejak itulah saya mulai menghapal mati namanya. Mark Twain, penulis dari Missouri.

Mark Twain terlahir dengan nama Samuel Langhorne Clemens pada 30 November 1835 lalu wafat 21 April 1910. Karya-karyanya yang lain seperti
The Prince and the Pauper, A Connecticut Yankee in King Arthur's Court serta satu buku non fiksinya, Life on the Mississippi. Dia dibesarkan di Hannibal, Missouri, sebuah kota kecil dipinggir sungai Mississippi di Amerika Serikat. Sejak remaja dia sangat tertarik kepada kapal-kapal uap yang berlalu-lalang di sungai Amerika Serikat yang besar itu.

Ketika masih remaja Twain bekerja sebagai seorang tukang cetak di sebuah percetakan. Pekerjaan itu menjadikannya sebagai pembaca kelas berat. Lalu timbul keinginannya menulis serial cerita-cerita lucu di surat kabar. Twain masih berumur belasan tahun saat menjadi nakhoda kapal sungai dan selama empat tahun berlayar di sungai Mississippi.

Perang Saudara Amerika yang pecah pada tahun 1860 memaksa Mark pindah ke daerah barat tepatnya di California. Ketika itulah dia mengubah namanya menjadi "Mark Twain" yang berarti "dua depa dalamnya". Itu adalah istilah yang dipakai oleh awak kapal sungai bilamana mereka mengukur dalamnya air.

Jauh berabad-abad setelah wafatnya Twain, sudah sangat langka ditemukan penulis semacam Mark Twain di Amerika seperti sekarang ini. Terutama karena Twain adalah stereotip manusia langka di Amerika. Dia langka di benua itu karena dia membenci perang, imperialisme dan rasisme. Salah satu kelebihan Twain dalam menulis adalah kepekaannya terhadap dunia anak-anak. Sense of humornya sangat luar biasa dalam berkisah. Pemikirannya yang universal telah jauh melampaui batas geografis bahkan zaman. Hingga kini buku-bukunya ternyata masih banyak dicari orang-orang.

12 apresiator:

  1. aku pertama ya... bagus infonya mas.... saya sering sering mampir kesini ah

    BalasHapus
  2. Nice share sob... berbagi inspirasi... thank you...

    BalasHapus
  3. Wah saya telat menyambangi artikel bagus ini. Tom Sawyer, itu yang saya ingat dari karya Mark Twain. Dia, penulis kaliber international yang hebat. Terimakasih sudah merekam jejaknya disini van.

    BalasHapus
  4. salam sobat,,bagus ya novelnya karya Mark twain,,,,melihat dari sampul depan novel saja sudah kagum apalagi membaca isi ceritanya.

    BalasHapus
  5. Walaupun lagi kurang sehat ,sambil batuk2 saya tak lupa mampir kesini...makasih ya selalu sharing untuk kita semua.salam sastra selalu..

    BalasHapus
  6. @ mas doyok, terimakasih mas. Jangan pernah bosan mas ya untuk selalu kesini meski tanpa dilengkapi "navigator dan read more" he he..soalnya sekarang lagi berusaha merampungkan sebuah "rumah baru." Doakan ya mas, agar bisa segera rampung.
    @ azarre, terimakasih juga karena selalu sharing dg inspirasi2 hebat pd blog anda.
    @ Newsoul, Justru saya yg telat nih lihat komentar bunda Elly.
    @ NURA, hmmm..ya isinya sangat menarik. Waktu saya kecil dulu, bahkan beberapa kali mengulangi baca kedua novel itu.
    @ Ateh75, mbak istirahat aja dulu. Jangan lupa minum obat. Semoga cepat sembuh mbak ya.

    BalasHapus
  7. waaaaahhh salut untuk mas nya.....jadi kenal mark twain neh....siiip mas...

    BalasHapus
  8. novelnya kakek Twain asyik2 lho, kang. he he salut juga untuk cikrik2

    BalasHapus
  9. wah, Mark Twain udah akrab banget ditelinga saya. Buku itu oleh-oleh bapakku setelah pulang dari pertukaran mahasiswa di New Zealand. Walau cuma setahun disana tapi oleh-oleh buku yg dibawa bapakku lumayan banyak. wah senengnya bisa tahu kalau masih banyak yang concern dengan novel lama seperti itu.Sering-sering ya ulas novel lama seperti itu.bravo

    BalasHapus
  10. Makasih nih apresiasinya. ok Insya Allah, akan nyusul review selanjutnya.

    BalasHapus
  11. AQ LAGI PUNYA YANG TOM SWAYER

    BalasHapus
  12. AKU BARU KOLEKSI YANG TOM SWAYER

    BalasHapus