Hot!

Jose Rizal Manua Si Penulis Sajak Humor


Rekam jejak tokoh kita kali ini adalah seorang penyair Indonesia yang paling sering tampil bareng musisi reggae Mbah Surip almarhum. Saya masih teringat dengan penampilannya dalam sebuah dokumentasi pementasan di Taman Izmail Marzuki Jakarta. Jose membaca sajak-sajak humor sementara Mbah Surip memetik gitar dengan gaya khasnya. Penampilan keduanya memang klop. Sama-sama humoris dan konyol tapi sarat dengan karya yang mengandung sketsa sosial bahkan religius. “kamu teruskan saja, jangan pedulikan mereka”, kata WS Rendra kepada Jose di suatu hari ketika banyak kecaman terhadap gaya kepenyairan Jose.

Jose Rizal Manua lahir di Padang, Sumatera Barat, 14 September 1954. Satu-satunya penyair Indonesia yang paling banyak menulis dan membacakan sajak humor ini adalah Sarjana Seni dari Fakultas Teater, Institut Kesenian Jakarta (1986). Jose juga sangat mencintai teater. Dia pendiri teater anak-anak, Teater Tanah Air(TTA), yang meraih juara pertama 19 medali emas di seluruh kategori pada Festival Teater Anak-anak Dunia ke-9, yang diadakan di Lingen, Jerman, Juli 2006. Pada festival ini TTA membawakan lakon yang berjudul Wow karya Putu Wijaya. TTA juga meraih The Best Performance dan medali emas di The Asia Pacific Festival of Children Theatre 2004, di Toyama, Jepang. TTA membawakan lakon yang berjudul Bumi Ada di Tangan Anak-anak karya Danarto. Jose memang khas. Berikut ini contoh puisi-puisi humornya.

Sembako Atawa Sembarang Komentar

Menteri yang kerjanya cuma meralat
namanya menteri nekat.
Bahkan sampai harga pun diakrobat.

Di obrak-abrik
hukum di obrak-abrik
Di oprak-oprak
hakim di oprak-oprak :
Yang di serbu diadili dan masuk bui.

Yang menyerbu dilindungi dan dapat upeti.
Kerani yang kerjanya suka nyatut namanya kerani diamput.
Bahkan sampai karbon pun disetut.

Di bolak-balik
karma di bolak-balik
Di oglek-oglek
kursi di oglek-oglek :
Yang menyeru reformasi ditembaki.

Yang mengaku korupsi di suruh sembunyi.
O, alah plekencong, plekencong ekonomi doyong!
Politisi yang kerjanya mengantuk dalam sidang namanya politisi begadang.
Bahkan teriak setuju pun diundang.

O, alah plekencong, plekencong stabilitas bohong!
Konglomerat yang kekayaannya dibawa minggat namanya konglomerat bejat.
Bahkan berak pun di pesawat.

Di obrak-abrik
hukum di obrak-abrik
Di oprak-oprak
hakim di oprak-oprak
Di bolak-balik
karma di bolak-balik
Di oglek-oglek
kursi di oglek-oglek
Ini sembako baru
ini baru sembako namanya.

Atawa SEMBArang KOmentar.

Jakarta, Mei 1998

Sajak KKN

KKN bukan Kuliah Kerja Nyata
bukan pula Kondom Kuda Nyengir.
Yang lain boleh debat tentang
Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme.

Karena nyatanya roda ekonomi
berputar-putar di lingkaran
keluarga dan kerabat dekat.

”Kulik, kulik elang
anak gagak di belakang.
Culik-culik orang
anak tamak di kelangkang”

Di mana gurita tua lumutan
memainkan bidak-bidak perusahaan
dengan ratusan tangan.

Dari hulu ke hilir
dari bulu ke pelir
mengakar nepotisme
berjanggut kolusi
dan ubanan korupsi

Tekuk sana, bekuk sini
lipat sana, sikut sini
sikat sana, tutup sini
pasok sana, sogok sini
bocor sana, ngocor sini.

Jurang hidup menguak makin lebar
sudah melarat masih juga disikat.
Terbanting-banting di emperan jalan
terlunta-lunta tak punya pegangan.

”Kulik-kulik elang
anak gagak di belakang.
Culik-culik orang
anak tamak di kelangkang”

KKN bukan Kuliah Kerja Nyata
bukan pula Kondom Kuda Nyengir.

Jakarta, 23-25 Mei 1998

Jika dunia musik Indonesia mengenal Mbah Surip maka dunia sastra Indonesia mengenal Jose Rizal Manua. Sebenarnya tidak gampang membuat karya seni yang humoris, berkualitas sekaligus dapat diterima masyarakat tapi Jose telah membuktikannya.

22 apresiator:

  1. salam sobat,,wah tambah lagi wawasan nich,,jadi tahu si penulis sajak humor "Jose Rizal Manua"
    Ivan banyak banget koleksi tokok puisi dan sajak ,,,hobbi ya..?

    BalasHapus
  2. seniman kritis yg banyak memberi inspirasi pemuda..

    nice article..

    BalasHapus
  3. @ NURA, iya nih mbak kebetulan sejak kecil memang suka membaca terutama buku tokoh2 sastra. almarhum ayah saya juga sempat mewariskan perpustakaan pribadinya.
    @ melandri, ya..sepakat.

    BalasHapus
  4. tiap kesini...pasti dapat ilmu baru hehhehe


    baru tau ella, seniman itu...hoho..maksih ya infonyaa hehh

    BalasHapus
  5. tapi...ella ga ngerti tuh makna puisinya heheh..terlalu berat utk ella yg awam sajak heeheh

    BalasHapus
  6. Yose Rizal Manua, mantappp.

    BalasHapus
  7. @ Susy Ella, kalo gitu sama aja dg saya lho mbak, awam juga.ha ha
    @ Newsoul, he he sekian lama, kita baru ketemu sore2 nih bunda. Biasanya dini hari ya?

    BalasHapus
  8. صبي مُضَحِّك makasih ya. Jangan pernah bosan lho kemari.

    BalasHapus
  9. kocak juga yah puisinya... penuh sindiran, tapi adakah yang tersindir...? ataukah mereka telah tutup telinga?

    BalasHapus
  10. pasti ada, tapi mungkin langka ha ha ha..

    BalasHapus
  11. bang sastra banyak pengetahuan ya.
    saran saya ubah tampilan yang lebih sederhana bang.
    abis itu, di klompokin..

    ok ga?|

    BalasHapus
  12. Thanks ya Tri atas sarannya. Insya Allah diubah nih kalo ada waktu. Tapi gw masih gaptek nih. Ntar usahakan ya.

    BalasHapus
  13. Ini semua dijadikan materi buat radio, Van? Hebat yaa... Infonya dicari sendiri nih?

    BalasHapus
  14. wah...info yang bermanfaat..maju terus sastra indonesia...
    salam kenal

    BalasHapus
  15. @ Perempuan Rumahan, materinya untuk radio hanya sekitar 70% kok mbak. Cari infonya dari sejak kecil. Ditambah bahan2nya bertumpuk di kamar pas di dekat komputer he he..kadang dibantu teman2 di radio terutama produser program sastra.
    @ Berry Devanda, terimakasih sobat. Salam kenal balik. Jangan pernah bosan main kesini ya.

    BalasHapus
  16. we are not only blogreading .. but we share about it...
    met malem..
    met bobok
    dan salam cinta dan damai...

    artikel yang ane cari dari dolo nee.. makasih tlah berbagi..
    suksess slalu yah...

    SENIMAN yg tlah merubah dunia para Seniman yg laen....

    ane tunggu kedatangannya

    ________________________________________
    http://apocalytyo.blogspot.com/2009/08/rumah-idaman-vs-rumah-impian.html#comments

    BalasHapus
  17. Thanks for visiting. Salam cinta damai pula.

    BalasHapus
  18. wakakakakakakkakaka...kerennnnn neh si jose.......makasih mas ivan....siiiipppp

    BalasHapus