Hot!

Catatan Sebelum Festival Malioboro 2009


Tidak ada Kota Yogyakarta tanpa Malioboro. Ruas jalan yang selalu ramai oleh pedagang kaki lima, mahasiswa dan para seniman jalanan ini selalu menjadi tujuan wajib bagi mereka yang berkunjung ke Yogyakarta. Kota budaya, pelajar dan gudeg ini akan menggelar hajatan besar melalui Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bertajuk Festival Malioboro pada 6-8 November 2009.

Festival ini semoga menjadi reinkarnasi wisata budaya khususnya Malioboro masa lalu, saat ini dan masa mendatang. Selain mengedepankan performance art dengan sentuhan edukasi budaya, festival ini juga akan didominasi konfigurasi batik sebagai simbol budaya adiluhung Indonesia khususnya masyarakat Yogyakarta.

Sekian lama Yogyakarta berkepentingan ikut melestarikan warisan budaya batik sehingga batik tidak hanya menjadi suguhan wisata tetapi sebuah komoditas ekonomi yang laku dijual kepada para wisatawan. Even ini melibatkan seniman dan budayawan termasuk sebagian besar komunitas sanggar budaya di Yogyakarta.

Beberapa waktu lalu babak baru pembenahan Malioboro telah dimulai. Ribuan masyarakat dari 21 komunitas di sepanjang Jalan Malioboro dan Ahmad Yani diberi kesempatan untuk memberikan suara dalam pemilihan umum pengurus Lembaga Pemberdayaan Komunitas Kawasan Malioboro periode 2009-2011.

Lembaga Pemberdayaan Komunitas Kawasan Malioboro (LPKKM) ini bersinergi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro yang juga baru dibentuk oleh Pemerintah Kota Yogyakarta. Kedua lembaga ini bersama-sama menata dan menangani kebersihan, perparkiran, dan masalah sosial lainnya.

Sebelumnya, kondisi Malioboro memang sempat dikeluhkan karena kualitasnya menurun. Banyak faktor yang menjadi penyebab, termasuk dari dalam komunitas itu sendiri. Keberadaan dua lembaga, yakni LPKKM dan UPT ini diharapkan menjadi jawaban atas semua persoalan tersebut. Yang unik, layaknya pemilu presiden dan legislatif, pada pemilu LPKKM ini juga digarap profesional. Ada tempat pemungutan suara (TPS) di tiga titik, masing-masing trotoar depan Kantor Dinas Pariwisata DIY, depan Kantor Pusat Informasi bagi Wisatawan, dan depan Toko Ramai.

Semoga saja ada ruang dan waktu bagi saya untuk kembali bisa berada di sana pada tanggal 6-8 Nopember 2009. Insya Allah.

14 apresiator:

  1. Jogja dan Malioboronya, kota yang luar biasa! Ia masih berdiri kokoh mempertahankan budayanya.
    Ketemu di sana mas, 6-8 Nopember 2009. Insya Allah. Hehe.

    BalasHapus
  2. waa mo ada festival to?!
    haduhhh jadi kangen pengen maen ke jogja apalagi ke malioboro tu, pengen ngubek2 mirota batik hihihi

    BalasHapus
  3. Mas ivan kangen yah dengan jaman mahasiswa dulu

    BalasHapus
  4. Jogja dan Malioboronya kota budaya ,yg identik dng para seniman.Hmm..Malioboro ...aku ingin mengunjunginya..tapi kapan ya ? hehe..

    BalasHapus
  5. sebenarnya konsep "back to truly maliboboro" atau "green malioboro" sudah menggema sejak th 1992 semenjak saya yg msh imut kuliah disana.
    entah kenapa permasalahannya selalu mentok dgn komunitas pedagang2 yg ada di malioboro.

    nah, th 2009 ini tercetuslah perjanjian antara budayawan, profesional (dlm hal ini arsitek) dan pemerintah kota, tentang penataan zoning/ruang2 di kawasan malioboro menjadi lebih rapi, lebih hijau dan lebih nyaman utk pejalan kaki.

    yah, lagi2 ini msh sebatas wacana, kita lihat perkembangannya nanti. mengingat malioboro sdh sangat semrawut dan kami sdh 'gatal' ingin menata kembali kawasan ini menjadi lebih baik.

    * oya, festival jogja itu sdh terselenggara minggu kemaren namanya "Jogja Carnival 2009", ssstt..sekedar bocoran,suami ada di belakang layar sbg imaginer dan konseptor-nya lhooo...hehehehe

    BalasHapus
  6. Wah ada Festival Malioboro 2009 ya, sayang saya gak bisa kesana. Info mantap van.

    BalasHapus
  7. Thanks udah turut mempromosikan Festival Malioboro. Mas Ivan ditunggu kedatangannya ya pada 6-8 November nanti.

    BalasHapus
  8. wah, makasih info festivalnya...bisa kesana nggak ya....

    BalasHapus
  9. jadi kangen Malioboro neh....hmmmmm

    BalasHapus
  10. pertama kali saya ke jogja wkt kelas 5 sd, tapi kota ini memberikan kesan yg mendalam buat saya. Andai bisa hadir di festival..

    BalasHapus
  11. salam kenal sebelumnya. meski cuma istrinya warga jogja, saya senang ada festival ini. ajang seperti ini bagus untuk melestarikan budaya adiluhung kita.

    @mbak tisti : wah..mbak, suaminya hebat. semoga sukses nanti acaranya ya.

    BalasHapus
  12. Sayang, aku gak pernah bisa ikut festival
    mungkin suatu saat aku akan datang
    bertemu dengan seniman-seniman "klas berat"

    BalasHapus
  13. jogja koq yg indah.. penuh beragam budaya

    BalasHapus
  14. apa kabar bang ivan,... ???

    BalasHapus