Hot!

Tumbuhlah Lagi

-buat thantri. lagi 

hari ini jam tujuh lewat tujuh belas
sebuah pagi dilindas hujan.

jika sebuah kereta dihela bulan
dan kesunyianmua mendadak tumbuh
menjadi sebuah pohon akasia
ajaklah aku untuk ikut melingkarinya
dengan tujuh puluh batang pena
akan kutulis tujuh ratus hikayat
tentang kecipak rindumu
yang diasingkan oleh resah 
gedung-gedung kota

tumbuhlah lagi
menjadi tujuh ribu helai puisi
setiap hari
kitab-kitab dari kesunyianmu
akan dibaca oleh tujuh mata angin
satu diantaranya adalah janin
dari sebuah zaman 
yang belum lagi lahir

mata teduhmu masih terus diintai
oleh penyair-penyair yang lalu lalang
mereka resah dibalik tumpukan puisi.
belum satu pun judul yang kau berikan kepada mereka, bukan?
berangkatlah lagi
ceritakan, hidup ini belati.

bulukumba, 30 Juni 2007

27 apresiator:

  1. udah lawas juga puisi ini yach. ditulis taon 2007.

    BalasHapus
  2. baca dipagi hari
    tumbuh dan terus berkembang

    BalasHapus
  3. teruslah tumbuh dan mekar
    sebab indah itu akan datang
    menyemai pagi
    dengan embun penyejuk hati...

    BalasHapus
  4. Tumbuhlah lagi. Jadikan helaian puisimu menghembuskan nafasnya di udara hari. Pagi, siang, senja dan malam ia akan mengitari semesta. Nice poem.

    BalasHapus
  5. maka biarkan puisimu muncrat
    hingga bisikan angin kian pucat
    merembesi sunyi liang-liang lahat
    dan barisan epitaf itu telah kau pahat


    puisimu syahdu banget, sobat! hehe..

    BalasHapus
  6. desir angin pagi lembut menyapa
    mengingatkan aku pada seorang sahabat....jauh di bulukumba
    apa khabarmu sahabat ???...

    BalasHapus
  7. Tumbuhlah lagi ...
    adakah sekarang ia telah memberi judul?

    Puisimu dalam, Van.

    BalasHapus
  8. Indah puisinya mas...penuh makna yg dalam...met pagi mas, salam buat keluarga ya..

    BalasHapus
  9. Puisi yang indah, mengiringi lahirnya puisi detik demi detik dengan nuansa yang beragam!

    BalasHapus
  10. Puisi yang bagus... btw, selamat tahun baru ya teman, : )

    BalasHapus
  11. Lakukan apa yang harus Anda lakukan, hindari apa yang harus Anda hindari. Lalu perhatikan apa yang terjadi..!!!

    BalasHapus
  12. indah puisinya. saya suka bait ketiga... tumbuhlah lagi
    menjadi tujuh ribu helai puisi, ibarat analogi dari salah satu ayat dari Al Quran..

    BalasHapus
  13. tumbuh, tumbuh dan tumbuh lagi... :)

    BalasHapus
  14. wah, bikinnya udah lama juga ya. pasti kak ivan habis bongkar lemari

    BalasHapus
  15. tumbuhlah lagi
    menjadi tujuh ribu helai puisi
    setiap hari
    kitab-kitab dari kesunyianmu
    akan dibaca oleh tujuh mata angin
    satu diantaranya adalah janin
    dari sebuah zaman
    yang belum lagi lahir

    Hmm indahnya ,nice poem.

    BalasHapus
  16. Saya selalu tumbuh mas..walo tidak secara fisik mungkin [gak nyambung kali ya]

    BalasHapus
  17. Thanks Kang.. Link Akang segera di psang...

    BalasHapus
  18. ass,,, indah dihati, indah di jiwa meridukan sang sahabat terkenang kedekilan masalalu ingin ku tertawa bersama, namun q tak bisa karna selalu angin yang kurasa semoga angin membawa kabar bahagianya untuk ku darinya

    BalasHapus
  19. ampiran menjelang tengah malam kang :( bole kan?!?!?!?

    BalasHapus
  20. Puisinya tetap menarik dan indah! Selamat Tahun Baru ya Mas! :)

    BalasHapus
  21. kebetulan yang indah mas,..agak tersentak juga *_*

    sore tadi aku menulis hujan dan akasia hehe...dipuisimu yg luar biasa indah...tumbuh akasia dan rintik hujan.

    selamat thn baru meksi terlambat mas ivan ^_^

    BalasHapus
  22. aq membaca judul labelnya "puisi semak belukar" maknanya tajaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaammmmm bgt......aq agk kaget baca larik-larik puisimu kang.....

    BalasHapus
  23. Biarkan Mereka Tetap Berkelanjutan

    BalasHapus
  24. maka dia akan tumbuh pada setiap doa yang selipkan diantara lipatan2 tanganmu..

    BalasHapus
  25. nice poem, kak Ivan..patah hatika do'e qt mau merrid katanya? heheheh ..selamat ya..moga sakinah mawaddah ameeeennnnn (Mya)

    BalasHapus