Hot!

Menulis Sajak Cinta

tidak seperti biasanya,
aku memerlukan ijin darimu untuk mencoba lagi menulis
sebuah sajak cinta
sementara kamu melukis pantai sebagai mimpi 
sebuah hutan yang indah, gelap dan rimbun
aku tak akan berhenti berjalan di dalamnya
sebelum kamu tertidur.

bulukumba, jumat 12 februari


 
  ilustrasi: http://agus-sarwono.blogspot.com/                                     

21 apresiator:

  1. Pertama...

    Kuizinkan kau menulis sajak cinta lagi hehehe...

    BalasHapus
  2. sajak minimalis dan keoptimisan, selamat beraktifitas!

    BalasHapus
  3. kuijinkan kau menulis sajak-sajakmu,
    tentang langit,awan dan kita yg berjalan di sepanjang garis pantai itu.....

    BalasHapus
  4. Hm, mungkin dia hanya malu kau buatkan puisi tentang rsa, asa, cinta kalian sobat.

    BalasHapus
  5. hm...indahnya,yang sedang jatuh cinta :D

    BalasHapus
  6. beruntungnya yang dimintai ijin..:)

    BalasHapus
  7. Nyap..nyap...cinta..heeh..emang cinta,,
    Salam mas...

    BalasHapus
  8. Lantunkan terus sajak itu sayang
    Aku sangat suka... :-)

    BalasHapus
  9. Ijin Di Terima :), Kembali Di Tempat..hehe.... Btw Saya selalu suka dengan Tulisanmu Kang

    BalasHapus
  10. Puisi yang bagus brother, terus berkarya! sukses selalu.

    BalasHapus
  11. jujur, saya suka banget sama kata2

    :"sementara kamu melukis pantai sebagai mimpi ":

    wow, serasa gimana gitu, btw thx dah berkunjung, maaf baru sempet bales :D hehe

    BalasHapus
  12. lam knal y..
    nice sajak.. :)

    BalasHapus
  13. ditulis sajah..ku izinkan dirimu untuk menulis lagih :"> wkwkwkkwkw

    BalasHapus
  14. Untung dapat ijin... jadi aku bisa menikmati puisi cinta yg indah itu.

    BalasHapus
  15. buatkan blue puisi cinta dong hehehhe......
    salam hangat dari blue

    BalasHapus
  16. Tulislah kembali sajak tentang sesuatu
    sesuatu yang telah lama hilang dari hatiku, sesuatu yang pernah aku tidak percayai keberadaannya, buatlah semua pencinta percaya akan keberadannya

    BalasHapus
  17. waaaah aku pengen bisa juga menulis sajak ...

    BalasHapus