Hot!

Karya Seniman Indonesia Menjadi Maskot Di Paris


Karya seniman Indonesia, Agus Suwage berjudul Luxury Crime dengan dimensi 124 X 77 X 52 cm, yang menampilkan sosok tengkorak berwarna emas berendam di bak stainless steel berisi beras, menjadi maskot pameran Indonesia di Grand Palais. Para seniman yang dikoordinir oleh kolektor dan penggemar seni Deddy Kusuma menampilkan berbagai kreasi seni moderen dan kontemporer dalam bentuk lukisan, ukiran, instalasi, rakitan dan berbagai rupa lainnya.

Indonesia merupakan satu dari empat negara yang secara khusus diundang untuk menampilkan koleksi seninya dan menempati salah satu stan utama dan terbesar di Grand Palais, tempat pameran prestisius di daerah champs-ellysee di jantung kota Paris.

Dengan tema The Grass Looks Greener Where You Water It, seniman Indonesia menempatkan diri sebagai pemain baru yang patut diperhitungkan dalam konteks seni moderen dan kontemporer di Asia.

Selain Agus Suwage, seniman Indonesia yang berpartisipasi pada pameran ini adalah Astari, Ay Tjoe Christine, Budi Kustarto, Entang Wiharso, FX Harsono, I Nyoman Masriadi, Handiwirman Saputra, Jumaldi Alfi, Rudi Mantofani, Yunizar, Yusra Martunus, Melati Suryodarmo, M. Irfan, Pintor Sirait, Putu Sutawijaya, Heri Dono, Ronald Manullang, Rudi Mantofani, dan Suraji.

Beberapa karya seni yang ditampilkan, khusus dibuat untuk konsumsi pengunjung event tersebut.   Seni moderen dan kontemporer Indonesia termasuk yang dicari para penikmat seni karena dianggap berkualitas tinggi dengan harga tidak terlalu mahal.

sumber:  www.detiknews.com

18 apresiator:

  1. mau banget patung kerangkanya
    buat kepenggadaian
    hahahaha
    ....
    bravo untuk Indonesia...

    BalasHapus
  2. waow.. indah, tapi aku ngga ngerti artinya, apa artinya bang :D, tengkorak berendam dalam beras :), aku juga blom kenal ama seniman2 itu hehe

    BalasHapus
  3. Sungguh bagus lukisanya, maju terus penggiat seniman indonesia, tunjukan pada dunia karya-karya indahmu.

    BalasHapus
  4. wadug, lama sekali nggak ke sini :) templatenya dah ganti, jadi mengingatkan saya ama seseorang. Jiah, lebay deh :D

    Keren yah mas, kapan mas Ivan ikut ke sana? biar saya bisa nguntit hehehe

    BalasHapus
  5. Wooowwww ini perlu di contoh, ayooo berkarya lebih baik lagii...

    BalasHapus
  6. Keren tengkoraknya kawand...

    BalasHapus
  7. tengkoraknya keren. hahaha lumayan buat dijual ckckkk.

    BalasHapus
  8. heeem anyway kapan ya bisa punya kaya gitu tapi jangan tengkorak bentuknya hiiii.

    BalasHapus
  9. wow,..keren dan membanggakan pastinya ^^

    apa kabar mas ivan...??

    BalasHapus
  10. hm... masih gag ngerti apa maksudnya. puff.. memang kadang seni sudah dimengerti oleh orang yang sense of artnya nyaris gag ada, seperti sayah :D

    BalasHapus
  11. dibaca di radio lagi? wah ada satu kata yang salah ehehehhe.. benerin ah

    BalasHapus
  12. Tengkoraknya dari emas tiruan saja sudah mengagumkan, apalagi bila dari emas beneran. Wah ... bakal menghebohkan!
    Membanggakan!

    BalasHapus
  13. Saya mengundangmu untuk membaca cerpen saya. Kepanjangankah? disini http://annie-rosetyani.blogspot.com/2010/03/istana-kedua-sebuah-cerpen.html
    Tolong inputnya. Trim banyak, ya.

    BalasHapus
  14. karya diatas mempunyai makna tersirat yang dalem kayanya..

    BalasHapus