Hot!

Peringatan Seabad Sastra Bali Modern

 
Kalangan akademisi dan sastrawan Bali, Kamis (12/8), memperingati satu abad Sastra Bali Modern (SBM) di Fakultas Sastra Universitas Udayana, Denpasar, Bali. Peringatan ditandai dengan peluncuran dan diskusi buku "Tonggak Baru Sastra Bali Modern" karya I Nyoman Darma Putra.

Dalam buku itu Darma Putra menyatakan, SBM sudah lahir pada 1910-an dengan karya-karya dari Made Pasek dan Mas Nitisastro dalam bentuk cerita pendek. "Ini berbeda dengan karya sastra tradisional sebelumnya dalam bentuk kakawin dan geguritan,"ujar Darma Putra, yang kini terlibat sebagai Dewan Juri untuk hadiah sastra Rancage itu.

Isinya juga menunjukkan tema-tema kontemporer pada saat itu seperti masalah pendidikan dan peran perempuan. Adapun pada saat itu, tutur Darma Putra, karya sastra ditulis untuk pengajaran di sekolah.

Pendapat itu mementahkan anggapan bahwa SBM baru lahir pada 1930, sebagaimana dinyatakan oleh Almarhum Profesor Ngurah Bagus. Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Udayana itu mendasarkan pendapatnya pada penerbitan novel karya I Wayan Gobiah yang diterbitkan Balai Pustaka pada 1931. Pendapat itu kemudian menjadi acuan dalam pengajaran ilmu sastra dan perkembangannya di Bali.

Darma Putra sendiri menemukan karya-karya Made Pasek dari buku-buku teks yang digunakan sekolah-sekolah pada jaman pemerintahan kolonial di Bali. Buku-buku ditemukannya dalam mikrofilm koleksi V.E. Korn di perpustakaan University of Queennsland, Australia.

Selanjutnya, koleksi itu ditambahkan Darma Putra dengan temuannya di Museum Gedong Kirtya, Singaraja, Bali. Bagi dia, karya-karya yang ditampilkan dalam buku itu juga sangat penting untuk menunjukkan interaksi masyarakat Bali dengan perkembangan dunia yang sudah berlangsung lama.

(berbagai sumber)

6 apresiator:

  1. kakawin itu kayak gemana, daeng?

    anyway, met ramadan yaaa

    BalasHapus
  2. kayaknya saya pernah baca dulu sebuah kakanwin Arjuna wihaha, apa kabar van?

    BalasHapus
  3. semoga kebudayaan daerah bisa memperkuat kebudayaan Nasional dan meminimalisir dampak budaya asing

    BalasHapus
  4. Great. Semoga sastra modern makin menggiat disana. Apa kabar van ?

    BalasHapus
  5. kok akyu ga tau yakkkkkkkkkkk???
    * met puasa Mas. :)

    BalasHapus