Hot!

Nostalgia Sebuah Kota Dipentaskan di Jerman



Teater dan teaterawan Indonesia tidak mati. Malah go internasional. Naskah "Nostalgia Sebuah Kota" karya Iswadi Pratama dari Teater Satu Lampung akan ditampilkan di Orangerie Theater, Koln, Jerman, pada 17-21 November 2010. Naskah yang diterjemahkan Sabine Mueller dari Koln sebagai "Nostalgie einer Stadt" itu dipentaskan sebagai bagian dari kolaborasi internasional antara seniman-seniman dari Jerman, Hungaria, Belanda, Afrika Selatan, dan Indonesia.

Lakon yang bertutur mengenai ingatan-ingatan tentang sebuah kota ini akan disutradarai Kristof Szabo (Hungaria) dan melibatkan beberapa seniman, seperti Gerburg Stoffel (perancang panggung) yang pernah bekerja untuk Pina Bausch di Tanz Theater dan Peter Papst; Gyula Berger (koreografi) merupakan senior master untuk Hungarian Modern Dance; Ivo Kovacs dan Laszlo Zsolt Bordos, dua sineas film animasi untuk layar lebar yang beberapa waktu lalu karyanya menjadi film pembuka untuk festival di Dubai. Adapun seniman Indonesia yang terlibat adalah Iswadi Pratama (penulis naskah) dan Budi Laksana (aktor), keduanya dari Teater Satu Lampung.

Dalam siaran persnya, Kristof Szabo mengatakan, dia tertarik dengan naskah Iswadi itu karena naskah tersebut memiliki perspektif yang sangat personal dan intim dalam melihat sesuatu. "Dengan intensitas bahasa yang sangat personal, naskah ini akan mengajak kita memasuki tema-tema yang sangat luas tentang kota, kenangan, benturan nilai, perubahan sosio-historis dan kultural sebuah masyarakat perkotaan. Gejala seperti ini bisa ditemukan hampir di setiap kota yang ada di dunia," kata Kristof.

Teater Satu Lampung berdiri pada 18 Oktober 1996. Hingga kini mereka telah mementaskan lebih dari 50 lakon, seperti Lysistrata karya Aristophanes, Kapai-Kapai karya Arifin C. Noor, Waiting for Godot karya Samuel Beckett, Antigone karya Jean Anouilh, Perempuan di Titik Nol, karya Nawal El Saadawi dan Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer.

Naskah "Nostalgia Sebuah Kota" pernah dipentaskan Teater Satu Lampung di Gedung Kesenian Jakarta dan Teater Utan Kayu beberapa tahun silam. Lewat pementasan itulah kelompok ini meraih meraih GKJ Award 2003 di ajang Festival Teater Alternatif Indonesia untuk kategori Naskah Terbaik I, Sutradara Terbaik III, Grup Terbaik III, dan Aktris Terbaik ke-II. Pada 2008 majalah Tempo menobatkannya sebagai Grup Teater Terbaik Indonesia.


12 apresiator:

  1. Semoga Teater Indonesia kian majuuu...

    BalasHapus
  2. teater..diserang demam di negeri sendiri, kawan.

    BalasHapus
  3. Semoga Sukses yg besar sudah menanti pementasannya.

    BalasHapus
  4. mungkin orang Indonesia jarang yang suka nonton teater ya ?

    BalasHapus
  5. Teater-oh teater! saya jarang sekali liat teater nih! seringnya nonton film! moga maju teater indonesia!!!!

    salam
    happy Blogging

    BalasHapus
  6. semoga teater indonesia semakin sukses dan maju

    BalasHapus
  7. cuma 2 kata
    1. Kereeennnnnnn!
    2. Pingin nontonnnnnn!

    BalasHapus
  8. Bravo teater Indonesia
    ttp lestarikan dgn keikutsertaan anak bangsa tuk mendalami dan mengaplikasikan warisan para pendahulu

    BalasHapus
  9. Semoga teater Indonesia semakin maju

    BalasHapus
  10. itulah kebanggaan indonesia semoga sukses selalu dalam berkarya.....

    BalasHapus
  11. Bangga Dunk jd Org Indonesia, sebuah karya Anak Negeri akan di helat di Negara Besar. tentunya membawa Nama Indonesia.

    BalasHapus
  12. Silakan buka website Teater Satu Lampung, di www.teatersatu.org untuk informasi, event dan proyek yang sedang atau sudah dilaksanakan.

    BalasHapus