Hot!

Festival Laskar Pelangi di Desa Linggang



Penulis novel tetralogi Laskar Pelangi Andrea Hirata menggelar "Festival Laskar Pelangi" selama satu bulan di Desa Linggang, Kecamatan Gantung, Belitung Timur, Bangka Belitung.

"Festival laskar pelangi merupakan bagian dari mimpi saya untuk menjadikan kawasan Linggang sebagai desa sastra pertama di Indonesia," kata Andrea Hirata di Desa Linggang, Kecamatan Gantung, Belitung Timur, Bangka Belitung, Sabtu (27/11), dikutip dari AntaraNews.

Sebelum Andrea Hirata menerbitkan novel Laskar Pelangi (2006), sulit dibayangkan sebelumnya di Indonesia, jutaan orang akan membaca sebuah novel. Laskar Pelangi telah beredar jutaan copy dan seorang mahasiswa yang melakukan penelitian untuk sebuah tesis memperkirakan tidak kurang dari 12 juta copy novel itu telah beredar secara tidak resmi (pirated copies). Ketika novel tersebut diadaptasi menjadi film, jumlah audience juga memecahkan rekor dalam sejarah film Indonesia dan telah mendapat sepuluh penghargaan internasional.

Laskar Pelangi adalah novel pertama Tetralogi Laskar Pelangi yaitu Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov. Pada 23 Maret 2010 telah ditandata ngani Publisher Agreement antara Penerbit Bentang Pustaka dengan Amer-Asia Books, Inc, Tucson, Arizona, USA. Peristiwa ini bukan hanya penting bagi Andrea Hirata, namun juga tonggak bagi perkembangan buku Indonesia. Karena barangkali ini untuk pertama kali penulis Indonesia direpresentasikan oleh agen buku komersial internasional sehingga karya Andrea Hirata dapat tersedia di luar Indonesia dan berkompetisi dalam industri buku global. Agreement itu sekaligus menempatkan Andrea Hirata di dalam peta novelis dunia.

Penerbit-penerbit luar negeri yang segera mendistribusikan Tetralogi Laskar Pelangi dalam bahasa masing-masing adalah Yillin Press (China), Nha Nam Publishing (Vietnam), Solo Press (Taiwan), Da Vinci Publishing (Korea), segera disusul kerja sama dengan Uni Agency, sebuah li t e rary agent terkemuka di Jepang, dan penerbit-penerbit di Amerika, Australia, Jerman, Prancis, serta beberapa negara Asia dan Eropa lainnya. Novel The Rainbow Troops (edisi internasional Laskar Pelangi) sendiri mendapat sambutan hangat di berbagai festival di luar negeri (Fukuoka, Vancouver, Singapura, dan Wordstorm-Australia).

Andrea menjelaskan, pada festival Laskar Pelangi akan diresmikan Sekolah Laskar Pelangi yang menjadi tempat anak-anak dalam tokoh novelnya bersekolah dan rumah puisi Andrea Hirata. Tahun ini merupakan kali pertama festival tersebut diadakan dan direncanakan akan menjadi agenda rutin tahunan di wilayah tersebut.

Tema yang diusung dalam festival itu adalah "Menjunjung Tinggi Harkat dan Martabat Budaya Belitung Timur". Manajemen festival diketuai oleh Kepala Desa Linggang, Fakhrur Rizal. Acara itu menekankan kepada konsep festival budaya, pendidikan dan sastra sesuai dengan semangat kisah Laskar Pelangi.

Festival Laskar Pelangi 40 sanggar seni dan 500 seniman tersebut menampilkan sekitar 45 jenis kesenian tradisional dan kontemporer. Acara tersebut juga menampilkan tokoh-tokoh nasional salah satunya musisi Aminoto Kosin.

 (berbagai sumber)

8 apresiator:

  1. perkampungan sastra ya...mantap!

    BalasHapus
  2. Laskar Pelangi yang fenomenal. Terimakasih reviewnya dan telah berbagi, kawan. Salam hangat dari JIPEK.

    BalasHapus
  3. ternyata Laskar pelangi belum habis ya,,dari Novel ke film layar lebar dan sekarang malah sudah di translate kedalam berbagai bahasa,,,

    BalasHapus
  4. mau cari sastra ni tempatnya paling lengkap

    BalasHapus
  5. laskar pelangi hebat sekali ya, eh salah Andrea Hirata, van orang yang mengambil domain kavelera.co.cc itu nampaknya peminat blog ini begitu tahu . blognya berganti domain dia langsung mengambil domain itu, karena dia itu blog baru, tapi langsung bisa PR 3 dan alexa 700 ribu ,siapa ya adminnya ?

    BalasHapus
  6. Yang pake domainnya siapa bang , ko' bisa ya....

    BalasHapus
  7. karena negeri laskar pelangi itu ada yaa hehe

    BalasHapus