Hot!

Bung Karno dan Puisi

Salah satu pemikiran Bung Karno adalah bahwa kemerdekaan tidak menyudahi soal-soal, kemerdekaan malah membangun soal-soal, tetapi kemerdekaan juga memberi jalan untuk memecahkan soal-soal itu. Hanya ketidak-kemerdekaanlah yang tidak memberi jalan untuk memecahkan soal-soal. Termasuk ketika Rumah kita dikepung, rumah kita hendak dihancurkan.

Bung Karno melihat Indonesia dengan cara yang biasa. Puisinya yang ditulis dengan judul Aku Melihat Indonesia bisa memberikan gambaran dari pemikirannya yang sebenarnya tidak terlalu rumit. Sebab Indonesia ada untuk membangun soal-soal sekaligus memecahkannya.

Aku Melihat Indonesia

Djikalau aku melihat gunung gunung membiru

Aku melihat wadjah Indonesia

Djikalau aku mendengar lautan membanting di pantai bergelora

Aku mendengar suara Indonesia



Djikalau aku melihat awan putih berarak di angkasa

Aku melihat keindahan Indonesia


Djikalau aku mendengarkan burung perkutut dipepuhunan

Aku mendengarkan suara Indonesia



Djikalau aku melihat matanja rakjat Indonesia di pinggir djalan

Apalagi sinar matanja anak anak ketjil Indonesia

Aku sebenarnja melihat wadjah Indonesia



Bung Karno bertafakur memandang alam bebas, mengagumi 
kebesaran Allah SWT untuk mendapatkan inspirasi. Salah satu hasilnya 
Bung Karno menuangkannya ke dalam bentuk puisi
yang diberi judul Aku Melihat Indonesia. foto: gentasuararevolusi.com.


Salah satu kutipan dari Wejangan Revolusi Bung Karno berikut ini menegaskan bahwa Founding Fathers kita ini memandang hari depan sebagai sebuah optimisme atau "revolusi benar-benar belum selesai". 

"Engkau nanti akan melihat matahari terbit, djadilah manusia jang berarti, manusia jang manfaat, manusia jang pantas untuk menjambut terbitnja matahari. Jang pantas menjambut terbitnja matahari itu hanja manusia-manusia abdi Tuhan, manusia-manusia jang manfaat. Ibu menghendaki aku mendjadi manusia jang pantas menjambut terbitnja matahari, oleh karena aku dikatakan oleh Ibu adalah anak fadjar. Tuhan memberi otak kepada manusia, memberi pikiran kepada manusia. Tuhan memberi djuga rasa kepada manusia. Hanja manusia jang otaknja tjerdas, rasa hatinja baik, kenang-kenangannja tinggi, bisa mendjadi manusia jang manfaat."


9 apresiator:

  1. baru tahu nih bung Karno juga nulis puisi.

    BalasHapus
  2. bung karno dari pinggir kelihatan muda bangetzz,heheh,itu karya bung karno ya puisinya,saya baru tahu,

    BalasHapus
  3. kata2 puisinya ramah di telinga dan mudah di artikan.

    BalasHapus
  4. emm... baru memebaca karyanya bungkarno,salam kenal :) BW juga ke blog saya pak :)

    BalasHapus
  5. puisi diatas sederhana...tapi terungkap dari cinta yang tidak biasa...kecintaanya beliau pada negaranya...^_^

    BalasHapus
  6. Dengan Hormat,
    Terima Bapak Soekarno atas tanah merdeka tepat 10.00

    BalasHapus
  7. ir soekarno blm ada sosok penggantinya kayanya anaknyapun blm bs seperti bapanya...slam

    BalasHapus