Hot!

Penjaga Bumi di Bulukumba Bawa Ma'jaga Lino ke International Performing Art

Dimulai dari semesta kesadaran menjaga bumi, para penjaga bumi dari Bulukumba melakukan kontemplasi di tengah alam. Kelahiran, kematian, bencana, realitas zaman dan perjuangan manusia diurai menjadi sebuah karya monumental berjudl "Ma'jaga Lino". Inilah sebuah ritual ribuan tahun lalu di Bulukumba yang kemudian dipindahkan ke dalam rekonstruksi seni teater bernama Ritual Art Performance.

Sanggar Seni Al Farabi Bulukumba akan mementaskan "Ma'jaga Lino" karya Ichdar Yeneng Al Farabi, teaterawan muda Bulukumba di International Performance Art "Taman Srawung Seni Segara Gunung" Musium Manusia Purba Sangiran, Sragen, Jawa Tengah pada tanggal 18 dan 22 April 2013.

Salah satu pementasan Al Farabi (Foto: Ichdar Yeneng Al Farabi)
Dalam bahasa Bugis-Makassar, Ma’jaga Lino artinya 'menjaga bumi'.  Pementasan teater dengan genre Ritual Art Performance memang identik dengan Al Farabi, sanggar seni yang telah berdiri sejak enam tahun lalu di Bulukumba.

Sebagai bagian dari  pra-kondisi termasuk meminta restu dari masyarakat dan pemerintah Bulukumba, Al Farabi lebih dulu menggelar karya mereka di Gedung PKK Kabupaten Bulukumba, Kamis malam (11/4/2013). Dengan dihadiri ratusan penonton, Bupati Bulukumba melepas secara resmi tim kesenian Bulukumba ini ke Jawa Tengah untuk pentas di sebuah ajang internasional.

Berikut ini sejarah singkat Sanggar Seni Budaya (SSB) Al-Farabi Bulukumba, dikutip dari laman mercusuarnews.com

Al-Farabi lahir  sebagai sebuah wadah untuk mengasah, menampung, dan menyalurkan bakat generasi muda di bidang seni dan budaya baik itu seni tradisional maupun modern.

SSB AL-Farabi berdiri pada tanggal 5 agustus 2007 oleh sekelompok pemuda yang di motori oleh Ichdar Yeneng alias Ichdar Al Farabi yang selanjutnya dipercayakan untuk menjadi ketua pada saat Musyawarah Besar kelompok tersebut.

SSB Al-Farabi-Bulukumba terdiri dari empat divisi kekaryaan diantaranya divisi Teater, Tari, Penulisan, Kerajinan (Rupa). Seiring berjalannya waktu, SSB Al-Farabi telah mementaskan karyanya di berbagai even, baik yang dilaksanakan sendiri oleh organisasi maupun Pemerintah Kabupaten dan pihak-pihak lain diantaranya :
1. Festival Musik Pelajar yang diadakan tiap tahun sejak berdirinya SSB Al-Farabi
2. Pagelaran seni Kolaborasi seni modern dan tradisi, 10 september 2007 di Kecamatan Rilau Ale, Bulukumba
3. Berpartisipasi pada hari jadi Bulukumba tahun 2008, mementaskan keseniaan tradisional Orkes Turiolo
4. Pementasan teater SANG PEWARIS sutradara Ichdar Yeneng pada bulan maret 2008 di lapangan pemuda Bulukumba, Pertunjukan Seni, Salam lebaran dan Halal Bi Halal
5. Pelaksana dan pengisi acara Indonesia Bangkit tahun 2008
6. Ketua umum SSB Al-Farabi ( Ihdar Yeneng ) terpilih mewakili Sul-Sel pada ajang temu Komposer Muda se Indonesia di Bandung tahun 2009
7. Pementasan Teater Sang PewARIS 2, tahun 2009 di lap. Pemuda Bulukumba
8. Pementasan Tari kreasi tradisi “ Papanambe “ dan “ Pajaga Bine “ koreografer Erna NIngsih SPd, agustus 2009
9. Pementasan seni Akhir tahun “ Setangkai Mawar Untuk Bulukumba “ 2009
10. Pengisi acara di ajang Pesta Rakyat Simpedes II dan III yang diadakan BRI unit Bulukumba
11. Pementasan seni pertunjukan “Ode Bulukumba-Ku” tesk dan sutradara Ihdar Yeneng dipentaskan pada puncak peringatan hari jadi Bulukumba, Februari 2010
12. Pementasan teater jalanan “ Kepada Sang Pembunuh Seni budaya “ april 2010, di bundaran Pinisi Bulukumba
13. Seni pertunjukan “ Bulukumba Damai “ Maret tahun 2010, Bundaran Phinisi Bulukumba
14. Pementasan seni pertunjukan “ Zhimphony Tanah Merdeka “ dipentaskan pada acara Resepsi Kenegaraan HUT RI ke 65, di halaman rujab Bupati Bulukumba
15. Pertunjukan seni ritual Appa Sulapa ri salo Bijawang ( mappano ri wae ) sejak tahun 2011.
16. Pertunjukan seni massal Spirit of Dato Tiro pada penutupan STQ tingkat Provinsi Sulsel
17. Emergenci Culture ( kepada sang pembunuh seni budaya ) I, II tahun 2011 2012
18. Kidung Senja Pantai Bira ( ritual art ) 2011
19. Pertunjukan Musik Harmoni Bulukumba pada puncak hari jadi Bulukumba 2012
20. Kolaborasi kerja Perkampungan Budaya Bersama Laskar Kelor dalam Festival Pinisi tahun 2011 dan 2012
21. Pementasan "Sejarah Pengislaman Masyarakat Bulukumba oleh dato Ri Tiro" dalam Peringatan 605 tahun Dato Tiro, di Hila-Hila Bontotiro, 2013.

Itulah sebahagian karya yang telah dihasilkan oleh Sanggar Seni Al-Farabi dalam menggeliatkan seni budaya dan memberi makna bagi lingkungannya. (*)

11 apresiator:

  1. Orang2 taeter Bulukumba hebat2 ya..!!

    BalasHapus
  2. saya sering dengar nama al farabi, apalgi Ichdar..mantap..ternyata senior yg satu itu masih tetap setia dg teater ya. maju terus. kita semoga bersua di sragen, bro.by: Marfin. semoga masih ingat!

    BalasHapus
  3. bang ivan apa kabar juga lamadeh gak main kesini

    BalasHapus
  4. salah satu kebudayaan indonesia,,, mantap

    BalasHapus
  5. Artikel yang dapat menambah wawasan

    BalasHapus
  6. Mudah-mudahan selalu berguna untuk masyarakat dengan info yang up to date. Kita senang dapat berjumpa dengan semua pengunjung, sukses, tetap berkarya

    BalasHapus
  7. Thank you so much, may be useful yes . . .

    BalasHapus