Judul: Aku Di Sebuah Novel
Penulis: Ramli Palammai
Penerbit: P3i Press Makassar
Cetakan: Januari 2009
Tebal: 169 halaman

Novel ini lahir dari sebuah catatan harian atas perjalanan sejarah hidup di sebuah kampus. Segala fenomena yang hadir di kampus dan beberapa peristiwa di luar adalah inspirasi yang mengisi dimensi pikir dalam proses penulisan novel ini. Konfliknya sebenarnya klise. Ada tokoh aku, peristiwa-peristiwa sengit dalam hubungan cinta, dan perbincangan kehidupan yang jenuh terhadap realitas kampus yang mulai sesak oleh pendiktean kroni-kroni kapitalis dari dunia luar.
Tokoh aku dikisahkan jatuh cinta pada seorang wanita yang dipanggilnya pelacur. Ia merasa menemukan sisi paling penting dalam hidupnya, yaitu sebuah mimpi mencintai yang sungguh tak biasa. Mencintai seorang pelacur. Ini cara mencintai yang asing baginya. Pemuda yang datang dari dunia tradisi ketimuran yang kini berada di lingkungan metropolis dan menciumi bau hedonisme di mana-mana. Kisah hubungan keduanya bermula dari ketulusan namun sekejap berubah oleh arus seksualitas yang demikian kencang lalu kemudian mengalahkan pilihan mencintai-seperti mimpi sang tokoh aku pada mulanya.
Seperti kebanyakan kisah-kisah dramatik, perpisahan menghantui keduanya. Sang lelaki pun kemudian menentukan pilihan cintanya. Keputusannya adalah meninggalkan seonggok tubuh yang ia yakini berperan besar mengosongkan jiwanya. Sebuah perpisahan yang sangat mistis melemparkan sang lelaki jatuh ke kisah cinta yang lain. Perempuan ‘baik-baik’ bernama Monalisa adalah makhluk jelita yang kemudian berhasil mengubur jauh-jauh sang pelacurnya yang dulu. Sebuah realitas yang lazim, bau perempuan baik-baik itu tak lebih baik dari bau hedonisme yang dapat diendus di mana-mana.
Merokok dulu sambil mengamankan yang pertama. Kepada bung Ramli Palammai jika telah membaca ini, maaf jika resensi ini agak asal-asalan.
BalasHapusYa, setiap penulis jelas punya gayanya sendiri. Begitupun dengan gaya kepenulisan sang Ramli ini. Cinta dengan segala gaya dan ceritanya, selalu menarik untuk dijadikan bahan tulisan. Terimakasih atas sharenya van.
BalasHapusRamli Palammai tentulah berbangga hati, seorang muda meresensi bukunya dengan apik. hehe.
BalasHapusHmmm...sepertinya layak juga bukunya dinikmati sembari santai di kedai kopi.
Kapan atau sudah ada punya Bang Ivan, aku ingin memilikinya, seperti halnya Clara dan Anyin!
BalasHapusResensinya bagus!
Tokoh satrawan lagi yg baru kukenal direkam disini,menambah wawasan seperti biasa.Jadi ingin membaca novelnya.makasih ya sudah dishare disini.
BalasHapusnovel..paling hobi blek isi novel rsnya gak puas klo lom hbs baca,gitu juga degan ringkasan crita bang ivan ni tntang isi novelnya bung ramli...penasaraaaannnnnnnn.baca kelanjutannya,d sini gak ada tuh
BalasHapusRamli sempat merasa gerah dengan gaya penulisan novel di tanah air yang kebanyakan memaksa pembacanya menyeruput begitu saja isi sebuah novel. Ibarat segelas minuman yang melihat jenis dan merknya saja maka sudah dapat dibayangkan bagaimana rasanya sebelum melewati tenggorokan.
BalasHapus"saya sependapat dengan pernyataan ini"
wah, ada novel lagi nih
BalasHapussiap-siap nabung dah kang akunya
hehehehe
Novel yang "puisi " ? wah..sepertinya memang unik & patut dibaca nih...
BalasHapushmm... baru dengar nih sebuah novel yang puisi... penasaran kayak gimana...
BalasHapusresensi yang menarik. langsung menggugah keinginan saya untuk membelinya.
BalasHapusKayaknya lumayan berat tuk dibaca nih... Tp baca reviewnya mas Ivan aja udah cukup menghibur kok...
BalasHapusjadi penasaran sm bukunya,karena sepertinya ceritanya unik.
BalasHapustrima kasih reviewnya mas ^_^
Menarik untuk dibeli. Semoga bisa menambah pengetahuan.
BalasHapusdari resensinya mas ivan kayaknya keren banget.. jadi pengen punya..
BalasHapusemang Ivan jago nih mengulas isi novel.
BalasHapusresesi buku nya lebih menarik hati daripada cover bukunya :D
BalasHapuswweew.. menarik sekali nih novelnya, mungkin bisa sedikit mengobati kejenuhan saya pribadi dengan berbagai novel indonesia yg beredar akhir-akhir ini.. berburu dulu ah.. ^^
BalasHapusblue belum memiliki bukunya bang
BalasHapussalam dalam kehangatan musim
but makasih tuk info buku bukunya
Resensi novel yang maknyus dan bikin tertarik dengan novelnya
BalasHapusjadi pengen bac juga ni, pa lagi yang berbau bau puisi gtu , hummm sepertinya menarik, pengen punyaaaaa~~
BalasHapusSetiap penulis punya gaya yg berbeda dan itulah yg menjadi ciri dari masing2 penulis.
BalasHapussukses novelnya itu mas..
BalasHapus