Hot!

Eliza V. Handayani: Perkawinan Eksotik Sains dengan Seni Sastra


Mengawinkan sains dan Seni Sastra pertama kali dilakukan oleh Jules Verne, bapak fiksi ilmiah. Novelnya yang terkenal seperti 20.000 Mil di Bawah Permukaan Laut, telah memproyeksikan penggunaan kapal selam sebelum ditemukan oleh manusia dan memprediksi penggunaan listrik sebagai sumber tenaga, 100 tahun sebelum listrik itu sendiri ditemukan. Dalam novelnya, Perjalanan ke Bulan, Jules Verne juga memprediksi usaha manusia untuk melakukan perjalanan ke bulan, jauh sebelum adanya misi Apollo. Penulis lain yang juga seorang astronom Perancis, Camille Flammarion, telah menulis novel yang berjudul Lumen tentang perjalanan yang lebih cepat dari cahaya, 30 tahun sebelum Einstein merumuskann teori relativitas. Penulis lainnya yang memilih jalur fiksi ilmiah adalah Michael Crichcton. Karya-karyanya seperti Jurrasic Park, Lost Word, Sphere dan Time Line menjadi best seller internasional, bahkan difilmkan.

Di Indonesia juga telah terlahir novelis fenomenal beraliran fiksi ilmiah bernama Eliza V. Handayani yang menggegerkan jagad sastra tanah air sejak 2003. Para penggemar fiksi ilmiah berkualitas sebelumnya hanya mengenal Dewi Lestari melalui Supernova Satu : Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh yang sensasional dengan perpaduan cerita cinta dan sains. Melalui novelnya Area X: Hymne Angkasa Raya (yang "merupakan novel canggih" meminjam istilah Taufik Ismail dalam sebuah diskusi), obsesi Eliza terlihat dalam tema besar yang menggambarkan tantangan konkret masa depan teknologi di negeri ini serta dalam penokohan yang diperankan oleh sosok-sosok muda berbakat dengan kuriositas dan rasa tanggung jawab yang besar terhadap masa depan bangsa. Cerita tersebut ditulis tahun 1998 saat Eliza masih bersekolah di kelas 2 SMU. tahun 1999 memenangkan Lomba Penulisan Naskah Film/Televisi. Lalu diterbitkan secara bersambung di Majalah Sastra Horison Januari-September 2001. Dan mendapat Juara kedua dari unsur cerita Adikarya Award 2004. Baru tahun 2003 terbit dalam satu novel utuh, setelah direvisi keempat kalinya oleh sang penulis hebat ini.

Eliza V. Handayani lahir di Jakarta tahun 1982. Satu dari sedikit penulis perempuan Indonesia yang memilih genre fiksi ilmiah ini adalah alumnus Wesleyan University, Amerika Serikat. Eliza mulai menulis sejak usia 8 tahun dan mneulis novel di usia 12 tahun. Baginya, menulis adalah rumahnya. Dalam Area X: Hymne Angkasa Raya, UFOlogi adalah bidang yg dipilih oleh seorang Eliza V. Handayani untuk menyampaikan suaranya pada banyak orang yg sering mengabaikan, meremehkan, dan mengolok-olok pilihan profesi yg ingin diseriusinya, yaitu sebagai penulis dan sutradara film. Mengingat lingkungan sekolahnya (SMU Taruna Nusantara) yg lebih condong terobesesi menjadi panglima tinggi ABRI, ilmuwan dan politikus.

Eliza berkata di suatu hari,"Dan saya pikir, perjuangan orang-orang ini (UFOlogi) serupa dengan perjuangan saya-dan perjuangan siapa saja yang yakin akan tujuan mereka namun belum diterima oleh umum. Kemudian saya sadar, jika saya akan menggunakan dunia mereka sebagai perantara kisah saya, maka saya harus selami benar seluk-beluknya. Akan sangat tidak adil rasanya jika saya hanya memberikan pandangan sebelah mata terhadap dunia yang sudah rela saya susupi dan gunakan ini." Keseriusannya menyelami bidang UFOlogi dibuktikannya dengan membaca, mencari dan mengumpulkan data dari sumber literatur ratusan buku, jurnal dan buletin dari berbagai sumber termasuk perpustakaan Wesleyen University, Amerika Serikat, tempat Eliza pernah menuntut ilmu studi film dengan beasiswa penuh. Eliza V. Handayani telah membuktikan eksotisme perkawinan sains dan seni sastra. Seperti penulis fiksi ilmiah lainnya, Eliza berhasil mengajak orang untuk menguak cakrawala pengetahuan astronomi dan sains melalui kelincahan bahasa dalam cerita imajinasinya. Sayang, ia barulah satu dari sedikit penulis perempuan di negeri ini.











12 apresiator:

  1. menjadi sastrawan adalah anugerah langka dari Illahi, beruntung kita punya eliza.

    BalasHapus
  2. Ya, benar mas Trimatra. Terimakasih telah mampir baca-baca di rumahku yg sederhana ini. Hanya sajian alakadarnya.

    BalasHapus
  3. ini request nya anazkia ya mas...siiip deh..hhhhh

    BalasHapus
  4. Dari daya khayal sastra yang luar biasa terciptalah berbagai penemuan... Memang luar biasa sobatt... Hebat mbak eliza... tapi gmana jadinya ya kalo apa yang disebut UFO dan para aliennya ternyata benar2 ada / eksis di alam jagat raya ini... hihii...

    BalasHapus
  5. @ buwel, benar, he he..jogging pagi2 nih kang?
    @ azarre, HMMM, ufo? wallahualam. Thanks ya?

    BalasHapus
  6. Elisa V Handayani memang dilahirkan dengan bakat yg berselimut berlian ...wah saya bangga dengannya wahai sastrawati yg hebat.nice post .
    @ Ivan : ronda malam yg melahirkan info2 yg bermanfaat didunia sastra.terimakasih sharingnya.

    BalasHapus
  7. Tulisan yang mantap. Sastra dengan genre fiksi ilmiah, hebat. Salut buat Eliza V.Handayani.

    BalasHapus
  8. wah sebagus itu yah?? area X sering banget aku lewatkan setiap mampir ke tobuk. Makasih untuk infonya ^^

    BalasHapus
  9. Makasih yah. duh jadi seneng deh setiap request langsung di tayangin. Masih boleh request lagi kah? mohon maaf, masih ngumpet nih :D

    BalasHapus
  10. @ ateh75, yg penting rumah jadi aman karena gantian ronda he he. Terimakasih.
    @ Newsoul, ya dan genr apapun yg terpenting adalah dedikasi sebagaimana yg telah ditunjukkan oleh bunda Elly selaam ini.
    @ Penikmat Buku, terimakasih apresiasinya. Selamat datang dan bergabung sobat blogger sastra.
    @ anazkia, boleh banget. Memangnya requezt apa ya, hmm kok ngumpet?

    BalasHapus
  11. blognya keren dan sangat berwawasan.Datang ke blog saya ya masih sangat sederhana sih. comment disana ya biar bisa jadi bahan masukan. salam

    http://novel-cerita-indonesia.blogspot.com

    BalasHapus