Hot!

Bahasa Indonesia Yang tak Kunjung Merdeka

Bahasa Indonesia tidak kunjung merdeka. Di otak orang-orang Eropa  yang terpikir bukanlah bahasa khas Indonesia, melainkan bahasa Melayu yang dituturkan di Malaysia juga.

Kekalahan telak bahasa Indonesia dari bahasa Melayu bisa dikatakan sebagai kecelakaan fatal. Kerja sama penyatuan bahasa Melayu dan bahasa Indonesia (Melindo) yang dirintis sejak tahun 1950-an dan hingga sekarang masih dilakukan dengan berbagai menifestasi sangat kontraproduktif. Bahkan, kerjasama ini cenderung bermotif nekolim (neo-kolonialisme dan imperialisme).

Bahasa Indonesia memang belum merdeka di mata dunia internasional. Sudah tepat ada program internasionalisasi bahasa Indonesia dengan Undang-Undang No. 24 Tahun 2009 untuk mengupayakan kampanye kemerdekaan bahasa ini di luar negeri. Sementara itu, di dalam negeri terdapat dilema, kemerdekaan bahasa Indonesia mau tidak mau harus mengendurkan semangat primordialisme. 

Di hari-hari ini pun kita hanya terjebak pada kebuntuan perang terhadap bahasa prokem. Di lain sisi, bahasa daerah membutuhkan perhatian untuk dilestarikan. Sebuah pertanyaan besar pula, benarkah kita tidak pernah benar-benar memiliki politisi kebudayaan yang handal?

5 apresiator:

  1. nice post..merdekaa!!

    BalasHapus
  2. di indonesia pun bahasa indonesia masih belum merdeka, pelajar dituntut untuk belajar bahasa asing(inggris, cina). Tapi nyatanya masih banyak pelajar yang belum bisa menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar

    BalasHapus
  3. iyah kondisi malay mmg lbh dianggap dr indonesia dikarenakan anggapan bahwa induk bhs kita adalah malay. Tetapi apabila ada usaha yg nyata dr pemerintah dan negara kita sendiri memajukan diri, dengan sendirinya negara luar akan respek thd bangsa kita termasuk bahasanya

    BalasHapus
  4. tetep greget dah tulisannya..
    yang memprihatinkan daerah pedalaman terkadang belum bisa fasih berbahasa indonesia..dan zaman skrang distraksi dalam bahasa sering terjadi..>.<
    *makin berat aja commentku*
    hehehhe
    tapi tetap cinta dah indonesia..merdeka

    BalasHapus