Hot!

Rahman Arge, Ingatan Panjang

Sejak kecil saya selalu menyimpan beberapa puisinya dalam ingatan panjang, terutama puisi-puisinya tentang Bosnia. Pada akhirnya, ingatan kepada penulis puisi itu kian memanjang berlama-lama, apalagi setelah kepergiannya. 
Setelah kehilangan budayawan dan kritikus sastra yang langka, Dr. Ahyar Anwar pada 2013 lalu, Sulsel kembali kehilangan seniman nasional, Rahman Arge. Memiliki nama lengkap Abdul Rahman Gega, wartawan senior, aktor film, esais dan cerpenis ini lebih dikenal sebagai budayawan dan penulis puisi. Sosoknya nyaris mendekati sempurna dengan menyandang berbagai predikat, mulai dari seniman, wartawan dan politisi, lewat akting dan tulisan. Arge dikenal pemicu seni teater modern di Makassar, ia mengilhami lahirnya seniman-seniman penerusnya, 
Pasca beredarnya informasi meninggalnya Rahman Arge, sejumlah postingan puisi miliknya bermunculan di Twitter. Rahman Arge meninggal sekitar pukul 10.05 Wita, Senin (10/8/2015), dalam usia 80 tahun.
Rahman Arge yang aktif dalam dunia teater sejak tahun 1955 ini meninggal dunia akibat komplikasi penyakit yang dideritanya sejak beberapa tahun terakhir ini. Sebelum meninggal, Arge pernah dirawat di Rumah Sakit Siloam pada bulan April sampai Mei 2015 lalu. 

Budayawan Sulsel penggemar warna hitam ini pernah menjabat Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Sulsel empat periode sejak tahun 1970, aktif menulis di Majalah Tempo dan Harian Fajar, serta pernah menjadi anggota DPR RI dari Golkar pada tahun 1987-1992. Selain itu pria yang meninggalkan 1 istri, 5 anak dan 10 cucu ini juga pernah meraih Piala Festival Film Indonesia (FFI) tahun 1978 dari film Jumpa di Persimpangan dan Piala Citra FFI tahun 1990 dari film 'Jangan Renggut Cintaku'.  

Penuturan salah seorang sahabat almarhum, aktor dan budayawan asal Bulukumba, Aspar Paturusi, dirinya mengenal Arge sejak tahun 1957 , sewaktu mereka pentas teater di Gedung Kesenian Makassar. Arge bersama Aspar dan 9 tokoh seniman Sulsel lainnya ikut mendirikan Dewan Kesenian Makassar. 
Berikut di bawah ini beberapa karya dan penghargaan serta sepenggal perjalanan karier pria kelahiran Makassar 17 Juli 1935 ini:
• Bidang Pers:
- Menjadi jurnalis pertama kali di Pedoman Rakyat - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan (1973-1992) - Bersama Mahbub Djunaidi mendirikan koran Duta Masyarakat edisi Sulawesi Selatan - Menebitkan majalah Suara, Esensi, Timtim, Harian Reformasi, dan Pos Makassar - Anggota Dewan Kehormatan PWI pusat - Penerima penghargaan kesetiaan mengabdi selama 50 tahun di dunia pers 
• Bidang Politik:
- Anggota DPRD Sulawesi Selatan 4 periode
- Anggota DPR / MPR periode1992-1997
- Penasehat DPD Golkar Sulawesi Selatan
• Bidang Seni, Sastra dan Kebudayaan
- Mendirikan Front Sinema Makassar (1957)
- mendiri Teater Makassar (1969)
- Menerima penghargaan Piala Citra sebagai aktor pemeran pembantu terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) tahun 1990
- Meraih medali emas pemeran pembantu terbaik pada FFI 1988
- Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Cabang Sulawesi Selatan (1989-1993)
- Ikuti menandatangani Menifest Kebudayaan di Jakarta (1964)
- Mendirikan Dewan Kesenian Makassar
- Ketua Dewan Kesenian Makassar (1970-1979)
- Kepala Badan Koordinasi Kesenian Nasional Indonesia (BKKNI) Cabang Sulsel (1978-1992)
- Telah bermain di tujuh film dan di dua festival film nasional - Menerima Penghargaan Seni pada 1977
- Wakil Ketua Umum Parfi (Persatuan Artis Film Indonesia) Pusat (1993-1997)
- Penasehat panitia Konggres Kebudayaan Nasional V (2003)
- Menerima Satya Lencana Kebudayaan dari Presiden RI pada tahun 2003
- Menulis banyak cerpen, puisi, dan esai
- Belasan naskah teater telah ditulis sekaligus menyutradarai dan menjadi aktornya. Salah satu naskahnya pernah dipentaskan di Jepang
- Menerima penghagaan dari Japan Foundation sekaligus hadiah keliling Jepang (1980)
- Beberapa kali mengikuti festival teater di Taman Ismail Marzuki (TIM)
- Menulis buku berjudul "Permainan Kekuasaan" yang diterbitkan Penerbit Buku Kompas. 

Rahman Arge, selalu ada memori panjang berlama-lama kepadanya. Bahkan jauh setelah kepergiannya. (*)

* Diolah dari berbagai sumber

6 apresiator:

  1. emang kalo umur gak ada yang tau.. perjalanan karir yang panjang ya..

    BalasHapus
  2. budayawan yang patut di contoh perjalan hidupnya

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum Salam sejahtera untuk kita semua,
    Sengaja ingin menulis sedikit kesaksian untuk berbagi, barangkali ada teman-teman yang sedang kesulitan masalah keuangan
    Awal mula saya mengamalkan Pesugihan Tanpa Tumbal karena usaha saya bangkrut dan saya menanggung hutang sebesar 750juta saya sters hamper bunuh diri tidak tau harus bagaimana agar bisa melunasi hutang saya, saya coba buka-buka internet dan saya jumpa situs angka togel dan pesugihan AKI DARMO, awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama 3 hari saya berpikir, saya akhirnya bergabung dan menghubungi AKI DARMO kata PARAH MEMBER AKI. pesugihan yang cocok untuk saya adalah pesugihan penarikan uang gaib 3 Milyar dengan tumbal hewan, Semua petunjuk saya ikuti dan hanya 1 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah akhirnya 3.M yang saya minta benar benar ada di tangan saya semua hutang saya lunas dan sisanya buat modal usaha. sekarang rumah sudah punya dan mobil pun sudah ada. Maka dari itu, setiap kali ada teman saya yang mengeluhkan nasibnya, saya sering menyarankan untuk menghubungi AKI DARMO DI 082 = 310 =142 =255 situsnya http://sporttoto4d.blogspot.co.id agar di berikan arahan. Toh tidak langsung datang ke jawa timur, saya sendiri dulu hanya berkonsultasi jarak jauh. Alhamdulillah, hasilnya sama baik, jika ingin seperti saya coba hubungi AKI DARMO pasti aki bantu
    ATAU ANDA BERMINAT ANGKA TOGEL DI JAMIN TEMBUS 2D.3D.4D.5D.6D.7D.9D.SAMPAI 12 ANGKA HUBUNGGI AKI DARMO MASALAH ANDA BISAH DI PENUHI

    BalasHapus