Hot!

Pertemuan


sebuah pertemuan memecahkan beberapa metafora kata cinta. aku kini mendengarkannya dan bertemu denganmu adalah sangat bukan kebetulan. 

setiap penjelasanku kepadamu semestinya dibagi juga ke dalam buncah-buncah kerinduan yang pernah hilang di beberapa titik. ini bukan sekedar pertemuan. aku merasakannya dengan sangat yakin. sebaris hujan yang menggoda kerudungmu di suatu sore yang hangat, selarik angin yang menyelinap ke dalam buku yang kau baca di taman kota. aku ingin mengingatnya dengan sangat jelas. 

seperti apakah kerinduanku  sekarang dibanding dahulu?  tapi aku selalu ingin menjelaskannya. bahwa semestinya masih ada buncah rindu. dan hanya itu satu-satunya penjelasanku kini yang harus kau anggap  yang tersisa dariku sebagai titik paling romantis. 

meski aku tak lagi bisa mengingat dengan jelas. 

bulukumba di sore hangat, 25 Januari 2010 



32 apresiator:

  1. Sebuah pertemuan yg dibalut rindu, semoga buncah rindu terus menderu dalam pertemuan, meski kau sudah tak mengingat dng jelas.

    BalasHapus
  2. Adakah itu pertemuan di titik sunyi? Haha...

    BalasHapus
  3. Sebuah tulisan singkat dan hangat, terhangat yang saya baca hari ini, tentang "pertemuan". Semoga pertemuan itu berujung pada lengkung atap yang sama. Bolehkan berdoa untukmu seperti itu Van...?

    BalasHapus
  4. Mantap rangkaian kata-katanya mas..tersusun dgn indah

    BalasHapus
  5. Test dulu bisa komen apa ndak?

    BalasHapus
  6. hmmmm... puisinya bagus bngt Mas...

    BalasHapus
  7. sebuah pertemuan kadang bisa menghangatkan suasana

    BalasHapus
  8. wao biasanya yang romantis tak khan terlupakan, ada apa bang dengan hatimu! hehehe...

    BalasHapus
  9. Ceritamu mengharukan bang.....btw status fb nya kemaren lucu ahahaha...tak komen kok ga di bales?btw pa kabar sastra radio nya?n gmn perpustakaan digitalnya bang?

    BalasHapus
  10. lama g ketemu pasytinya kangen bgt donk

    BalasHapus
  11. cinta yang dalam, yang membuat kerinduan yang sangat :D

    BalasHapus
  12. Pertemuan dari sebuah kerinduan... indahnya...

    BalasHapus
  13. Lho.., aku tadi sudah komen lho.., kok gak muncul ya..?

    BalasHapus
  14. Walah... itu wacana apa puisi brother? hehehhe, tapi bagus kok... : )

    BalasHapus
  15. yang penting isinya mantep dan berbobot
    gitu aza teruskan

    BalasHapus
  16. wow wow ada yang lagi kangen kangenan nii :p

    BalasHapus
  17. kerinduan itu semoga menemukan muaranya di istana cinta. selamat sore, Van ... maaf saya baru ngeblog lagi nih. pertama berkunjung kembali, menemukanmu dalam riak rindu yang pekat. sungguh sebuah untaian rasa yang tak sederhana...

    BalasHapus
  18. Weleh-weleh, manteb bener puisinya mas.
    Yang jelas rinduku telah memudar, tidak seperti dulu, hehehe...
    Maklum skarang dah jadi bini, hikhikhik....

    BalasHapus
  19. Dari Pertemuan Yang Sederhana Soeharto Bisa Tumbang. Jadi jangan sepelekan pertemuan..hehehe

    BalasHapus
  20. hakikat kerinduan...saat adanya pertemuan akan menjawab segalanya.

    BalasHapus
  21. aku menyimpan kerinduan pada jejak kaki yang pernah kutorehkan di pasir putih tanjung Bira, pada kerindangan kebun kapas, pada keramahan penduduk herlang, bonto tiro, bonto Bahari dan dan Ke kokohan budaya Kajang yang tersohor kemana-mana, kapan kerinduan itu berakhir dan telinga ini akan kembali mendengar seruan ramah dari penduduk yang berujar "ngurai na pakunni do"

    BalasHapus
  22. Bulukumba negeri Panrita Lopi selalu akan menimbulkan rasa rindu untuk segera datang kembali

    BalasHapus
  23. nice poem I always miss to meet with My first love ever after

    BalasHapus
  24. pertemuan he he he jadi inget lagu Bang Haji nih bang

    BalasHapus
  25. walau sejenak bertemu, walau sekilas memandang...ku ingin hidup sribu tahun lagi...ciee ciee

    BalasHapus
  26. cuma mo kasih tahu aja ada post baru d blog aq sob

    BalasHapus
  27. met hari minggu. jadi belum ketemu jg nih?

    BalasHapus