Hot!

Cinta Yang Biasa dan Dikunyah Melalui Doa Doa



menemuimu dari beberapa penjuru yang biasa. terasa hanya masih cinta yang biasa dan tak tahu diri mengunyah begitu banyak keinginan melalui doa-doa. 

padahal angin dan gunung-gunung pun telah ruku' abadi kepadamu tanpa pamrih surga entah sejak berapa kapan yang silam.

bulukumba, 10 ramadhan 1431 hijriah


19 apresiator:

  1. maha besar ALLAH ampuni atas segala dosa dan kesalahanku

    BalasHapus
  2. mungkin pula kita terlalu banyak meminta padahal kita hanya mengingat Nya kadang-kadang padahal alam selalu tunduk bertasbih kepada Nya

    BalasHapus
  3. Sebuah prosa singkat yang indah...
    Semoga kita pun bisa menjadi hamba yang tanpa pamrih...

    BalasHapus
  4. Itulah manusia, dengan kemanusiaannya nafsu selalu mendahului...

    BalasHapus
  5. namanya juga manusia g pernah bisa merasa cukup dengan apa yang sudah allah berikan, semoga kita bisa sll jd insan yang sll bisa sentiasa bersyukur kepadaNya

    BalasHapus
  6. Ya adakalanya kita jengah dengan cinta biasa yang berbalutkan begitu banyak pinta dan doa. Tetapi, sejak kapankah doa menjadi hal yang aneh ? Tak pernah. Sebab dia membuakakan pintuNya selebar-lebarnya. Mintalah akan Daku, niscaya Aku beri,begitulah Dia berkata. Mungkin yang perlu dilakukan hanya memperbaiki dan memperbaharui cinta kita PadaNya. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan van.

    BalasHapus
  7. gimana kalo cinta ama anak smp
    hehehe

    salam anak smp pekanbaru

    BalasHapus
  8. manusia memang tdak pernah cukup dengan apa yg di dapatkannya,,semoga kita dalam golongn org2 yg bersyukur,,amin :),,,

    salam kenal sob,,,, ^^. mampir ya :)

    BalasHapus
  9. subhanallah ,...indah mas ^^

    BalasHapus
  10. datang sambil berdendang....jreng..jreng..jreng...

    BalasHapus
  11. keren brother... singkat tapi bagus
    Ditunggu karya selanjutnya...

    BalasHapus
  12. Ya, selama ini kita hanya meminta tanpa membalasnya dengan cinta yang sesungguhnya terhadap DIA. Mengena banget.

    BalasHapus
  13. Seperti biasa, saya sangat menikmati puisi-puisi bang Ivan...

    Selalu hanyut setiap kali membacanya.

    BalasHapus