sedang mencoba saja melipat-lipat ingatan, pertemuan
dan februari yang hujan.
"itu metafora dari dialektika kesunyianmu, bukan?" tanyamu.
masih di sini kita bertangkupan dengan angin dari arah pantai.
seharusnya tak berjarak. seharusnya tak cemas.
sebuah hari mungkin akan tiba dan mengabarkan pertemuan berikutnya
dan seharusnya tak terduga.
untuk sementara
beberapa dari hari-hariku lebih memilih menyiapkan garis-garis hujan
siapa tahu kelak diperlukan oleh kelopak matamu
sebagai airmata yang tak terencana.
sebagai airmata yang tak terencana.
bulukumba, 5 Februari 2010

ilustrasi: http://agoez.carbonmade.com/
emang dasar ye...
BalasHapushujan tetap jadi inspirasi....
dan terkadang sob....sebagian orang menyalahkan turunya hujan....
sayang ye..bila kita masih menyalahkan hujan....
rahmat kok disalahkan...
airmata yang tak terencana itukah yang tengah kau siapkan bulan ini, Van?
BalasHapusAku harus membaca lebih dari sekali utk bisa memahami tulisan indah di atas.
BalasHapusAir mata tak terencana.. itu air mata bahagia atau sebaliknya ya..?
BalasHapusWAH...WAH...ada hujannya bung...aku suka bantet..sukses..
BalasHapusdan
salam hujan
semakin susah di pahami,semakin indah,,
BalasHapusYa, bagi beberapa orang menikmati rinai hujan, meski membahagiakan, entah kenapa bisa menitikkan airmata tak terencana. Air mata yang akhirnya menghangatkan pipi. Salam saya buat si pemilik nair mata tak terencana dalam hujan itu van.
BalasHapusdialektika kesunyian? bang......saya sadar...ternyata bang ivan memiliki keadaran spiritual dan sosial yang tinggi.....luar biasa......gmn nih bisnis online nya?
BalasHapusDan hujan pun berlari, mengejar pertemuan yang tak pernah terencana
BalasHapuspuisi yang sangat indah mas dengan deretan kata-kata yang penuh makna...
BalasHapusSobat memang hebat, "hujan" bisa di jadikan puisi yang indah...
BalasHapusSemoga air mata tak terencana itu bukan air mata kesedihan , tapi air mata kebahagiaan...
BalasHapusgaris2 hujan..hmm...jadi air mata? wow....
BalasHapushujan ternyata tetap memberi inspirasi untaian baris kata yang indah...
BalasHapusdi desaku tiap sore hujan terus
BalasHapusSekali lagi hujan memberi inspirasinya. Keren puisinya Bung Ivan.
BalasHapusTulisan yg penuh makna mas......tersimpan arti yang dalam
BalasHapusnice antara deru hasrat menggoda namun seakan ada jiwa disana
BalasHapuskeren
sdalam hangat dari blue
selalu menikmati rerintikan hujan :)
BalasHapussemoga pertemuan berikutnya masih dalam kehangatan rerintikan hujan ^^
met malming
paaakk aku link yah heheh maapkan baru skrang linkk
BalasHapusko ga ngerti y. udh bc 2x ttp aja.
BalasHapustp gw suka ujan, suka puisi ujan, suka cerpen ujan, suka dinginnya ujan, suara ujan.
selalu memberi ketenangan dan inspirasi.
ikutan follow y. thks
suara hujan kalo didengarkan punya irama juga dan kadang enak didengernya. Paduan suara kena genteng, kena daun, kena lantai, kena ember.. hmm..
BalasHapusairmata yang tak terencana itu,biasanya airmata bahagia ya bro?atau malah sebaliknya?hehehe
BalasHapusemang hujan itu turun dengan jutaan makna,.... luar biasa...
BalasHapusSelalu indah Puisinya
BalasHapushujan ga hujan yg penting ngeblog! :D
BalasHapushemmm, mudah2n pertemuan berikutnya bakal indah tanpa air mata ya bang...
BalasHapuspuisi yang bagus mas...
BalasHapussalam sejahterah... : )
saya juga senang hujan, dan tentunya sajak dengan katakata hujan didalamnya :)
BalasHapus