Hot!

La Galigo dan Babad Diponegoro


Naskah  La Galigo dan Babad Diponegoro  telah resmi diajukan sebagai warisan dunia pada 9 Maret lalu ke PBB, UNESCO. Namun bangsa Indonesia masih harus menunggu lagi sebab sidang UNESCO di Paris baru akan memutuskan pada Oktober tahun ini.

Babad Diponegoro merupakan otobiografi Pangeran Diponegoro. Naskah asli berjudul Babad Dipå Nĕgårå sudah tak jelas keberadaannya. Tapi, Perpustakaan Nasional masih menyimpan salinan Babad yang kondisinya saat ini sudah memprihatinkan tersebut. Sedangkan La Galigo merupakan legenda rakyat Bugis, Sulawesi Selatan.

Jika keduanya diterima sebagai warisan dunia berarti Indonesia merupakan pemilik sah naskah tersebut. Negara lain tak bisa mengklaim naskah itu sebagai miliknya. Babad Diponegoro dan Ilagaligo akan menyusul Negarakertagama yang telah lebih dulu menjadi warisan dunia.

(berbagai sumber) 

16 apresiator:

  1. Wao, ayo yang dapat tugas bekerja keras untuk naskah yang berharga ini, jangan sampai lepas dari negara kita!

    BalasHapus
  2. Naskah aslinya berada dimana? Bagaimanapun juga kejadiannya dinegara sendiri, mengapa sampai ada klam dari luar? Maaf kalau pertanyaan saya ngelantur, maklum gak tau cerita awalnya!

    BalasHapus
  3. Ayo kita urus naskah-naskah kuno negara kita dengan benar, bagi yang memiliki secara pribadi dan tidak bisa merawatnya alangkah baiknya kalau dihibahkan ke Museum naskah-naskah kuno!

    BalasHapus
  4. butuh vote gag yah???
    semoga bisa menjadi milik kita
    hidup indonesiaaa ^^

    BalasHapus
  5. salut sama bang ivan.
    TOP deh... :)

    BalasHapus
  6. aduh... mana nih tindakan dari pemerintah. Jangan ampe tuh manuskrip di tilep ma negara lain. Dah jelas2 milik kita tuh

    BalasHapus
  7. Semoga la galigo dan babad diponegoro diterima sebagai warisan dunia...

    BalasHapus
  8. Semoga keputusan sidang diUNESCO diparis lancar ya...

    BalasHapus
  9. sangat banyak manuskrip Indonesia yang harus diselamatkan dan agar tidak diklaim sembarangan oleh negara lain.

    BalasHapus
  10. Semoga kedua naskah tersebut diterima sebagai salah satu dari Warisan dunia (World Heritage). Sebagimana naskah-naskah lain yang bertebaran di seantero Nusantara.

    BalasHapus
  11. Setuju dgn bang attayaya...banyak yg harus di selamatkan..btw met siang ya mas...

    BalasHapus
  12. Lalu naskah aslinya dimana mas ivan? Jangan2 wis dipake pembungkus kacang goDok???

    ???

    BalasHapus
  13. wew keren neh artikelnya mantaf

    BalasHapus
  14. perlu dilestarikan
    mg cepat dpt pengakuan dari PBB
    agar Indonesia tdk lg dibabat habis soal kebudayaan yg seringkali diklaim negara lain

    BalasHapus